Warga dan Pelaku Usaha Mulai Bosan Prokes

Senin, 31 Mei 2021 13:51

Sejatinya, struktur sosial atas paling patuh terhadap prokes. Sayang, mereka banyak melanggar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Protokol kesehatan kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 belum sepenuhnya tercipta. Masih banyak ditemukan pelanggaran, khsusnya mereka para pelaku usaha.

Sejumlah tempat usaha biasanya menjadi tempat berkumpul, seperti kafe, rumah makan, warkop, toko, dan mal. Sayangnya, di tempat inilah banyak ditemukan pelanggaran: kerumunan, tak pakai masker, tak menjaga jarak, dan lainnya.

Sekertaris Satuan Tugas Pengurai Kerumunan (Satgas Raika) Pemkot Makassar Iqbal Asnan menjelaskan pihaknya memang masih banyak menemukan tempat usaha yang belum menerapkan standar prokes.

Pada 10 hari pertama satgas bekerja setelah dibentuk 26 April 2021, hampir semua tampat-tempat tersebut belum menerapkan standar protokol kesehatan dengan baik. Tercatat, sebanyak 836 tempat usaha yang diberi teguran dan edukasi.

“Awal itu kita imbau, kasih teguran, untuk terapkan prokes dengan baik. Terus kita kasih tahu jam operasional dibatasi hanya sampai jam 10 (malam),,” katanya.

Selanjutnya, pada 10 hari ketua, tepatnya minggu ketiga, Satgas Raika melakukan pengecekan kembali atas imbauan serta edukasi yang dilakukan. Di sini penindakan seperti penyitaan dilakukan terhadap para pelanggar yang tidak mematuhi imbauan tersebut.

“Nah, di situ kita banyak temukan masih banyak yang kepala batu. Ada 200 lebih itu tempat usaha yang kita sita kursinya sampai sekarang,” jelasnya.

Sejauh ini, kerja Satgas Raika dapat dikatakan cukup berhasil, sebab setelah penindakan seperti penyitaan kursi dapat membuat para pelaku usaha jera.

“Cukup berhasil, artinya apa? Kalau sekarang kita cari tempat-tempat seperti warkop, kafe, rumah makan, itu tidak banyak yang buka di atas jam 10 (malam),” ujarnya.

Ked epan, patroli akan terus dilakukan, pihaknya akan ingin memastikan tidak ada lagi kerumunan orang yang dapat menjadi faktor penyebaran virus korona.

“Masih terus kita lakukan patroli. Semua harus taat dan patuh protokol kesehatan,” tegas dia.

Tak luput dari perhatian Satgas Raika, para pengunjung biasanya masih banyak yang abai. Masih saja tidak menjaga jarak, tidak pakai masker.

“Ini sebenarnnya masalah kita bersama. Kurangnya kesadaran. Saya masih dapati saat kunjungan banyak yang tidak pakai masker, jaga jarak dan sebagainya. Itu langsung kita tegur di tempat,” tukasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar Andi Hadijah Iriani menjelaskan peningkatan kasus Covid-19 terjadi karena sulitnya menyadarkan masyarakat untuk mematuhi prokes. Apalagi, pemerintah cukup kewalahan membendung arus mudik.

“Sulit untuk membendung keinginan masyarakat untuk tidak mudik yang bisa saja dapat menimbulkan klaster baru,” katanya.

Kendati begitu, meningkatnya kasus Covid-19 yang ditemukan, menunjukkan bahwa pelaksanaan tracing cukup gencar di tingkat puskesmas. Peran masyarakat sangat penting untuk pencegahan.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku membentuk “Covid-19 Hunter”. Tim ini bekerja untuk mencari suspect atau orang yang diduga kuat terjangkit Covid-19.

Misalnya, mereka yang pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif dan menunjukkan gejala terinfeksi. Jika ditemukan, orang terdekatnya akan langsung ditelusuri.

“Kalau kita temukan, kita tidak akan bolehkan mereka keluar rumah sebelum ditesting,” ujarnya.

Selain itu, Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dan Makassar Recover akan digerakan secara bersamaan. Dua kebijakan itu merupakan kolaborasi dari kebijakan pemerintah pusat dan program pemkot. (maj-rdi)

Komentar

VIDEO TERKINI