DPRD Sinjai Rekomendasikan Aktivitas Tambang Galian C Dihentikan Sementara

Rabu, 9 Juni 2021 11:15

FAJAR.CO.ID, SINJAI— Komisi II bersama Komisi III DPRD Sinjai menggelar Rapat gabungan dalam rangka menindaklanjuti adanya aspirasi dari masyarakat, terkait adanya kegiatan aktivitas tambang galian C yang merusak fasilitas umum di Dusun Baccara, Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Rabu (9/6/2021)

Rapat Berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sinjai, yang dihadiri para OPD terkait diantaranya Kadis Penanaman Modal dan PTSP, Lukman Dahlan, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Ir. H. Ramlan Hamid, Kepala Bidang PUPR serta Camat Sinjai Timur.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sinjai, Lukman H Arsal dihadiri Ketua Komisi II DPRD Sinjai, H. Nur Alam, Ketua Komisi III DPRD Sinjai, Drs. Akmal MS serta para Anggota Komisi II dan III DPRD Sinjai.

Ketua DPRD Sinjai, Lukman H Arsal, menyampaikan bahwa tujuan rapat ini guna membahas persoalan yang sedang terjadi di masyarakat sehingga melahirkan solusi yang terbaik.

Terkait persoalan aktivitas tambang galian C yang merusak fasilitas umum, Kadis Penanaman Modal dan PTSP, Lukman Dahlan mengungkapkan bahwa berdasarkan Undang-Undang No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, perizinan dibidang tambang adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulsel, bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten sehingga Dinas Penanaman Modal dan PTSP tidak mengurusi izin yang terkait dengan hal tersebut.

“Dinas PTSP hanya berwenang terkait pengurusan administrasinya selanjutnya pembinaan, pengawasan dan pengendalian merupakan wewenang Pemerintah Provinsi,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Sinjai, Zulkifli menyampaikan bahwa meskipun perizinan aktivitas tambang bukan wewenang Dinas PTSP akan tetapi Pemerintah harusnya bertanggung jawab ketika terjadi masalah di masyarakat apalagi hal tersebut menyangkut masyarakat bawah.

“Terlepas persoalan perizinan, Pemerintah harus segera mengambil langkah untuk aktivitas tambang tersebut ditutup sementara karena ditakutkan adanya persoalan baru ketika aktivitas tambang tersebut masih berjalan,” katanya.

Sehingga pada RDP ini Ketua DPRD Sinjai, Lukman H Arsal, merekomendasikan kepada DPM PTSP bersama DLHK untuk memberhentikan sementara aktivitas Tambang yang ada di Dusun Baccara, Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur.

Menurutnya, persoalan saat ini, bukan persoalan izin. Hanya saja, yang menjadi persoalan pokok adalah kuburan. Dan Pemerintah Daerah harus mengambil langkah terkait hal tersebut.

Adapun aspirasi lainnya yang juga dibahas pada RDP kali ini terkait bekas galian pipa PDAM khususnya di Kecamatan Sinjai Utara yang mengganggu pengguna jalan serta terkait lampu penerangan jalan pada beberapa titik yang tidak berfungsi. (rls)

Komentar

VIDEO TERKINI