Satgas Raika COVID-19 Makassar panggil manajemen McDonald

Kamis, 10 Juni 2021 15:12

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Satuan Tugas (Satgas) Penguraian Kerumunan (Raika) COVID-19, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya melayangkan pemanggilan terhadap seluruh manajemen McDonald terkait pelanggaran yang menimbulkan kerumunan orang.

“Sudah dilayangkan pemanggilan kepada pihak McDonald untuk memberikan penjelasan mengapa sampai bisa menimbulkan kerumunan orang di sejumlah gerainya,” ujar Satgas Raika, Irwan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis 10 Juni.

Diketahui terjadinya kerumunan orang tersebut diakibatkan restoran cepat saji itu mengandeng band K Pop asal Korea mempromosikan produk BTS Meal kepada konsumen, bahkan bisa dipesan melalui ojek daring.

Alhasil, setelah diluncurkan antusias konsumen meledak, hingga mengakibatkan pesanan melonjak drastis. Para ojek daring pun memadati restoran tersebut hingga tercipta kerumunan orang ditengah penanganan pandemi Coronavirus Disease (COVID-19).

Sejumlah gerai McDonald yang ada di Makassar seperti McD Pettarani, McD Mall Ratu Indah, McD Mall Panakukang, McD Tamalanrea, McD Hertasning baru, McD Karebosi hingga McD Alauddin pada Kamis 9 Juni 2021 langsung disesaki orang termasuk para pengemudi ojek daring mengantre pesanan tanpa ada jarak.

“Makanya kami panggil untuk dimintai keterangannya terkait kerumunan itu, termasuk adanya kelalaian penerapan protokol kesehatan,” tegas Kepala Seksi Linmas Satpol PP Pemkot Makassar ini.

Ia menuturkan, pemanggilan tersebut, selain meminta keterangan sejauh mana manajemen McDonald menerapkan protokol kesehatan COVID-19, sampai menimbulkan kerumunan, juga akan ditanyakan mengapa tidak mengantisipasi dan mengatur pesanan sesuai aturan yang ada.

“Saksi-saksinya jelas, mulai surat teguran, surat peringatan keras, denda materi, hingga pencabutan surat ijin operasi,” ucapnya menjelaskan.

Sebelumnya, sejumlah gerai McDonald di Makassar dipenuhi ratusan orang, selain konsumen, juga dipadati pengemudi ojek online yang akan mengambil pesanan. Tidak hanya di Makassar, beberapa daerah lain di Indonesia pun mengalami kondisi serupa.

Komentar

VIDEO TERKINI