Guru ASN Belum Mampu Berdaya, Sebarannya Tidak Merata

Minggu, 13 Juni 2021 22:23

Menurutnya, pengangkatan guru PNS lebih memprioritaskan putra daerah yang mau mengabdi di daerahnya sendiri. “Itu mungkin lebih diprioritaskan di sana. Kalau perlu memang diberikan peluang untuk nantinya bisa terangkat. Sehingga tidak memerlukan lagi untuk pindah,” jelasnya.

Terkait jumlah ideal guru di satu sekolah, Pengamat Pendidikan inimerinci, satu sekolah di jenjang SD misalnya, paling tidak ada kepala sekolahnya dan guru kelasnya dan guru bidang studi Agama, Olah Raga, dan Guru Seni. Nah untuk SMP dan SMA sebaiknya semua guru bidang studi ada ditambah guru bimbingan konseling.

“Idealnya guru bimbingan konseling itu satu guru per 150 siswa. Di kabupaten kadang-kadang ada sekolah ribuan siswanya, guru BK-nya hanya dua atau tiga, itu tidak ideal,” bebernya.

Berdaya Tanpa Memikirkan Honor

Abdul Saman, Pengamat Pendidikan sekaligus Dekan FIP Universitas Negeri UNM mengakui persoalan penyebaran guru berstatus PNS yang tidak merata itu menjadi pekerjaan berat bagi pemerintah.

“Memang tidak normal di Sulawesi Selatan ini, sekolah-sekolah (penyebaran guru, red) tidak merata. Jadi hanya terpenuhi itupun juga di perkotaan masih banyak juga,” jelasnya.

“Jadi memang sih pekerjaan berat pemerintah, itu karena kita memang sangat kekurangan PNS. Makanya sekarang banyak menggunakan guru kontrak itupun tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya,” beber Abdul Saman.

Dia mengapresiasi masih adanya guru honorer yang berdaya dan tidak terlalu memikirkan honor, namun tetap mengaplikasikan keilmuannya dalam mendidik anak-anak bangsa.

Pengelompokan Guru ASN

Soal penyebaran guru ASN yang tidak merata itu, Kepala Disdikbud Wajo, Faisal membenarkan kondisi tersebut.

Langkah pengelompokan tenaga guru ASN akan kembali dilakukan pihaknya berdasarkan kebutuhan dan jumlah peserta didik di kecamatan.

Komentar

VIDEO TERKINI