Gandeng Quipper, Disdik Sulsel Perkuat Kolaborasi Pendidikan di Era Digital

Selasa, 15 Juni 2021 15:46

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Jawab tantangan pembelajaran daring di era digital. Dinas Pendidikan Sulsel menggandeng perusahaan teknologi edukasi asal London, Quipper untuk kolaborasi tingkatkan mutu pendidikan di Sulsel.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelayanan TIK pendidikan (PTIKP) Dinas Pendidikan Sulsel, Andi Hidayati menjelaskan bahwa, proses pembelajaran yg berpindah dari sekolah ke rumah menjadi tantangan ditengah pandemi seperti sekarang ini. Olehnya itu dikatakan bahwa, Kementerian telah mengeluarkan surat rekomendasi kepada platform pendidikan untuk bsa digunakan oleh peserta didik dan guru, salah satunya lewat kolaborasi dengan Quipper.

“Pendidikan dan teknologi informasi adalah kolaborasi yg menunjang sekolah. Disdik Sulsel memberikan ruang untuk membangun kolaborasi antara Quipper dan Disdik di daerah terkait support e-learning,” paparnya saat penyelenggaraan webinar pendidikan di era digital, Selasa (15/6/2021).

Kepala Cabang Sulawesi Selatan Quipper Indonesia, Hidayat Dijas mengatakan bahwa, pentingnya pemanfaatan teknologi di saat seperti sekarang ini untuk menjawab tantangan pembelajaran daring di era digital.

“Selama masa pandemi, quipper terus memberikan support pembelajaran digital. Termasuk disejumlah daerah di Sulsel. Karena telah menjadi salah satu Learning Management System dalam membantu pemerintah untuk proses pembelajaran daring ditengah pandemi;” paparnya.

Hal itu juga dijelaskan lewat data statistik pengguna quipper yang meningkat drastis selama pandemi, dimana pada 2020 tercatat ada 25.245 siswa pengguna quipper, sementara pada 2021 sebanyak 192.114 siswa pengguna quipper yang tersebar di Pulau Sulawesi hingga Papua.

Kepala SMAN 4 Makassar, Syafruddin mengatakan bahwa, Quipper itu sangat friendly, pada tampilan siswa juga banyak fiturnya.

“Sudah empat tahun SMAN 4 MKS menggunakan Quipper. Saat pandemi, menggunakan LMS yang sebenarnya bukan hal baru karena kami sudah terbiasa. Apalagi Guru bisa membuat materi sendiri melalui Q-Create dan guru bisa menyesuaikan dengan karakteristiknya. Bahkan Guru bisa melihat analisis hasil pembelajaran termasuk materi yang kurang dipahami oleh siswa atau sebaliknya,” bebernya.(fit)

Komentar

VIDEO TERKINI