Ternyata Psikolog Duga Pelaku Idap Kelainan Posesif

Senin, 21 Juni 2021 13:32

Ilustrasi Pembunuhan. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –Kasus pembunuhan yang melibatkan geng Muhaemin Amin (MA) atas Muh Rian Latif (20) mencurigakan. Pelaku diduga mengidap kelainan.

Dosen Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) Asniar Khumas mengungkapkan keprihatinannya terhadap korban-korban dari aksi bejat yang dilakukan Amin bersama dengan delapan temannya.

Perbuatan pelaku yang menganiaya Rian hingga tewas, lalu membakarnya, merupakan perbuatan yang sangat kejam.”(Pelaku juga) menyekap delapan orang anak di salah satu hotel,” sesal Asniar, kemarin.

Asniar menilai sang pelaku utama ini mengalami kelainan posesif yang keliru. Hal tersebut terjadi karena Amin memiliki rasa kepemilikan dan kekuatan yang penuh dalam menguasai diri Rian. Termasuk tidak segan untuk menghabisi nyawa Rian.

Sosok Amin memiliki pengaruh yang sangat besar sehingga menjadi otak pembunuhan dan mengajak serta delapan temannya. Karenanya, patut diduga ada motif dan indikasi lain.

“Karena tidak mungkin urusan pribadinya bisa mempengaruhi teman-temannya yang lain untuk turut serta menghabisi nyawa korban (Rian) dengan cara yang sangat sadis,” terang wanita lulusan Psikologi UGM itu.

Pakar Kriminolog Unhas Prof Slamet Sampurno Soewondo mendesak polisi untuk segera melakukan investigasi secara mendalam agar mengetahui motif yang sesungguhnya. Polisi memiliki dua tugas untuk mencari motif pembunuhan dan pembakaran Rian yang sesungguhnya.”Pertama mengenai hubungan Rian dengan delapan orang lainnya, atau apa yang menjadi sebab MA (Amin) mampu mempengaruhi teman-temannya untuk menghabisi nyawa Rian,” kata guru besar Fakultas Hukum Unhas itu.

Yang kedua, mencari tahu motif terkait delapan anak di bawah umur yang ditemukan polisi di hotel saat melakukan penangkapan terhadap Amin cs.

“Polisi harus mendalaminya secara kompeherensif. Karena semakin dilakukan investigasi, pasti akan muncul temuan-temuan baru, agar ditemukan titik terangnya,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI