Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek: Dibutuhkan Kesadaran Masyarakat untuk Investasi Pendidikan

Jumat, 25 Juni 2021 16:52

Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul harus pula didukung kesadaran masyarakat untuk berinvestasi di bidang pendidikan. Peran media massa dinilai penting untuk mendorong hal tersebut.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Prof. Nizam pada webinar Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan angkatan II secara daring, yang digelar oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation, Jumat (25/6/2021).

Ia pun mengambil contoh keberhasilan Jepang , Korea Selatan, dan China. Di balik itu semua, bebernya, ada kesungguhan, kerja keras, dan kesadaran dalam investasi di sektor pendidikan. Bahkan, orang tua di sana menyiapkan sepertiga penghasilannya untuk investasi di sektor pendidikan.

Ia menjelaskan, adanya mindset di tengah masyarakat yang menganggap pendidikan merupakan tugas pemerintah semata. “Dengan kesadaran hak yang lebih tinggi dari pada kesadaran kewajiban saat ini, justru itu yang muncul. Merasa inikan tugas pemerintah, pokoknya harus gratis. Pendidikan itu tidak boleh membayar. Yang mampu pun tidak mau membayar. Nah inilah yang harus diubah mindsetnya,” beber pria kelahiran Surakarta ini.

Menurut Guru Besar Teknik Sipil dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, peran media massa sangat penting mengubah pola pikir publik untuk sadar melakukan investasi pendidikan. “Media itu menjadi ujung tombak membangun mindset,”urainya.

Dalam webinar tersebut, Prof. Nizam mengurai lebih jauh soal program Kampus Merdeka. Mantan Kepala Pusat Penilaian Pendidikan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan, di Kampus Merdeka, mahasiswa bisa kuliah lintas program studi selama satu semester atau 20 SKS di prodi lain, agar mahasiswa mengembangkan potensi dirinya dengan pembelajaran yang fleksibel.

Komentar

VIDEO TERKINI