Lelaki Kalong

Rabu, 30 Juni 2021 14:00

Impus dan selangnya dicabut, hingga Makkawali meminta untuk beristirahat di rumah. Makkawali berjalan menuju rumah berpapasan dengan I Manre, salah satu dukun sakti. I Manre menatap dalam-dalam mata Makkawali, bukan hanya mata, tetapi tubuh Makkawali yang mulai dari ujung rambut hingga kaki. Lalu mengatakan kalau Makkawali baru saja bersetubuh dengan ratu kelelawar hingga dirinya merasakan sakit ketika bergerak.

Darahnya menyatu dengan darah ratu kalong, dan kemungkinan setiap bulan purnama, Makkawali akan didatangi sekumpulan kelalawar, namun tak menyerang lagi mereka hanya menghiasi dinding-dinding rumah Makkawali, sebab dirinya dianggap sebagai raja dari kelelawar itu.

Geram Makkawali mendengar pernyataan I Manre dukun sakti itu, “Ah tidak, kau berbohong!” Makkawali mendorong dukun itu dan berlari ke luar Rumah sakit.

***

Purnama Zulhijjah, Makkawali kembali menompa sanregonya di balai-balai, di bawah rumah panggungnya. Dari arah barat pekikan kelalawar terdengar sayup-sayup dan semakin lama semakin terasa dekat serta suara itu semakin jelas terdengar, Makkawali teringat kalimat yang dilontarkan dukun itu, bahwa ketika bulan purnama sekumpulan kelelawar akan datang bergantungan di rumahnya.

Makkawali menatap dengan saksama, ia menutup semua jendela yang ada di rumahnya, dirinya juga takut apabila perkataan dukung itu betul adanya, sanregonya dipegang erat-erat. Apabila kelalawar itu menyerang maka dia langsung menghabisinya.

Usai menutup daun-daun jendela dan daun-daun pintu, ia turun melihat-lihat, apakah masih ada kelelawar, karena tak lagi mendengar suara pekikan. Dalam hati Makkawali berkata, mungkin kelelawar itu telah pergi terbang dan hanya melintasi rumahnya

Makkawali Turun dari arah belakang rumahnya, pelan-pelan ia mengintip dan menengok ke atas rumahnya ternyata kelelawar itu telah bergelantungan. Mata Makkawali melotot, kalimat dukun itu seperti serapah yang telah menembus jantung Makkawali. Namun, di balai-balai Makkawali melihat seorang perempuan berbaju bodo dengan lipa sabbe, putih dan senyumnya menawan, lalu berkata Daeng.

Komentar

VIDEO TERKINI