Radius Koordinat PPDB Inkonsisten

Rabu, 30 Juni 2021 17:38

Pos Pengamanan PPDB SMAN 5 Makassar Tahun Ajaran 2021/2022

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Berbagai permasalahan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Makassar harus menjadi perhatian serius, agar hal tersebut tak terulang lagi.

Pendaftaran secara daring tersebut banyak dikeluhkan, salah satunya alamat pendaftar terlempar jauh dari lokasi sesungguhnya.

Parahnya, akibat koordinat yang berubah-ubah tersebut mengakibatkan sejumlah siswa tidak lolos PPDB.

Salah seorang tua siswa Samuel, menjelaskan, jarak rumahnya ke sekolah hanya 300 meter. Dalam sistem koordinat terbaca 900 meter. Hal ini mengakibatkan nama Berlin tidak masuk dalam sistem PPDB.

Dalam catatan fajar.co.id, pada penerimaan PPDB, sejumlah calon siswa maupun orang tua siswa kesulitan mengakses tautan (link) pendaftaran. Persoalan lainnya, data pendaftar PPDB tertolak oleh sistem. Termasuk data kependudukan yang diisi peserta.

Belum lagi, pendaftar tidak semuanya menerima titik koordinat yang ditanam Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar. Idealnya, setiap peserta menerima tiga titik koordinat sekolah terdekat dari alamat tinggal. Dari terdekat hingga yang terjauh.

Terkait persoalan koordinat, Panitia PPDB SMPN 6 Makassar Abdi mengatakan permasalahan ini hanya dapat diselesaikan dengan menghubungi operator sekolah atau segera melapor ke Dinas Pendidikan Kota Makassar.”Kendala seperti itu, di luar jangkauan kami,” ucapnya.

Abdi menganjurkan untuk menggunakan laptop pada saat pendaftaran agar lebih mudah, karena banyak menu yang tidak dapat ditemui ketika mengakses situs melalui gawai.

Kadisdik Sulsel Muhammad Jufri mengatakan kendala terbesar tahun ini terjadi pada hari pertama. Server down. Antusias masyarakat yang langsung menyerbu situs PPDB tidak bisa diantisipasi sehingga server kewalahan menghadapi 3.000-an akses setiap menit.

“Untuk itu, kami segera berbenah dengan menyatukan server, tidak ada lagi interkoneksi,” ujarnya.

Selain itu, interkoneksi jaringan antara server Disdukcapil, Disdik, dan Telkom membuat banyak siswa yang tidak bisa melanjutkan pendaftaran ke tahap selanjutnya. Untuk itu, pihaknya memutuskan untuk menyatukan server.

Sementara itu, terkait gangguan atau permasalahan pada sistem IT PPDB, dinilai praktisi IT Cybermakassar.com, Hamka, dinilaibukan karena masalah jaringan pada pengunjung website.

Menurutnya, masalah yang sering terjadi pada sebuah aplikasi berbasis online yang mempunyai pengunjung yang banyak, biasanya karena kesalahan pada singkronisasi data.

Tak hanya itu, beber Hamka, bisa juga karena masalah server down akibat pengunjung yang banyak, atau serangan Distributed Denial of Service (Ddos) Attack dan hal teknis lainnya.

Untuk menghindari gangguan seperti itu, kata dia, para Developer IT sebelum mempublish suatu project aplikasi atau website, perlu ada manajemen teknologi yang baik agar tidak terjadi masalah yang diinginkan.

Terpisah, Pengamat pendidikan sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM), Abdul Saman, menjelaskan, masyarakat dituntut juga bersabar dalam permasalahan PPDB.

“Di satu sisi kita belum bisa memaksimalkan jaringan internet kita,” bebernya. Belum lagi, kata dia,masih ada budaya kita the power of kepepet.

Tak hanya itu, kata Abdul Saman, image masyarakat terhadap sekolah unggulan, orang tua masih cenderung membawa anaknya ke sekolah-sekolah yang dianggap favorit.

“Itulah yang membuat masyarakat selalu komplain dengan kondisi yang ada. Menurut saya, tetap harus dibuka jalur prestasi supaya diberikan kesempatan kepada siswa yang baik untuk berkompetisi karena kita belum bisa merubah image itu,” urainya. (fjr/eds)

Komentar

VIDEO TERKINI