Bantuan Perikanan Terus Mengalir ke Sinjai, Kadis Perikanan: Ini Berkat Bupati ASA

Sabtu, 3 Juli 2021 22:27

IST

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Setelah menyalurkan bantuan 1 juta benur udang windu untuk kelompok budidaya air payau serta bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok Budidaya rumput laut pada beberapa waktu lalu.

Kali ini bantuan mengalir kepada kelompok budidaya air tawar yang ada di Kabupaten Sinjai. Bantuan ini berupa benih dan calon induk ikan nila salin yang diterima oleh 7 kelompok budidaya air tawar yang ada di tiga kecamatan.

Penyerahan bantuan ini diserahkan oleh Sekretaris Dinas Perikanan Sinjai Irmawati didampingi oleh Kabid Budidaya Dinas Perikanan, Irwan Syam Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Sinjai, Rokit,

Kepala Dinas Perikanan Sinjai Haris Achmad mengatakan bahwa bantuan ini berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar yang diperuntukkan untuk kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) yang ada di Kecamatan Tellu Lmpoe, Sinjai Timur dan Sinjai Barat.

“Dari tujuh Pokdakan ini, 3 kelompok yang mendapatkan benih ikan nila salin dengan jumlah 197 ribu ekor dan 4 kelompok yang mendapatkan calon induk ikan sebanyak 600 ekor,” katanya.

Menurut Haris, bantuan ini difasilitasi oleh Dinas Perikanan Sinjai kerjasama dengan penyuluh perikanan dan merupakan upaya kerja keras dari Pemkab Sinjai dalam rangka menggerakman ekonomi masyarakat pembudidaya ikan di saat situasi pandemi Covid-19.

“Bantuan benih ikan ini merupakan usulan dari Pemkab Sinjai kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui BPBAP Takalar dan semuanya tidak lepas dari upaya kerja keras bapak Bupati Sinjai yang intens melakukan komunikasi baik kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa bantuan benih yang disalurkan oleh KKP ini merupakan benih berkualitas yang dihasilkan melalui induk–induk unggul, dimana penentuan penerima bantuan merupakan hasil verifikasi yang dilakukan oleh BPBAP Takalar bersama tim teknis dari Dinas Perikanan Sinjai.

“Ikan nila menjadi salah satu komoditas favorit masyarakat Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan seperti tekstur daging baik dan tebal serta citarasanya yang lezat. Selain itu komoditas ini juga menjadi pilihan bagi para pembudidaya karena tergolong mudah untuk dibudidayakan secara masal dan memiliki harga jual yang relatif stabil,” tuturnya.

Di samping itu, Haris menilai bahwa pengembangan nila salin juga menjadi langkah pemerintah untuk menghidupkan produktivitas tambak tradisional sehingga perekonomian dapat terus bergerak. Dengan lahan tambak yang produktif akan memperluas lapangan kerja serta memperbaiki perekonomian masyarakat pembudidaya ikan.

Terpisah, Bupati Andi Seto Asapa (ASA) berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik agar memperoleh hasil sesuai yang diharapkan. Apalagi di situasi pandemi Covid-19 yang berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi kelompok budidaya ikan air tawar di Kabupaten Sinjai serta dapat meningkatkan hasil produksi ikan di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya. (sir)

Komentar

VIDEO TERKINI