Jurus Menangkal Hoaks: Cermat Menelaah Informasi

Rabu, 7 Juli 2021 15:39

FAJAR.CO.ID, MINAHASA SELATAN– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 7 Juli 2021 di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Mengenal dan Menangkal Hoaks”.

Program kali ini menghadirkan 455 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Ketua Majelis Etik AJI Manado Yoseph E Ekanubun, Pemeriksa Fakta Liputan6.com Adyaksa Vidi Wirawan, Jouvie N Rompis Penyiar Televisi, dan Youtuber Sulawesi dan Sosial Media Specialist Yusmanto. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Unik Oke selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Adyaksa Vidi Wirawan yang membawakan tema “Mengenal dan Menangkal Hoaks”. Menurut dia, semua informasi yang kita terima harus dipastikan terlebih dahulu kebenarannya. “Cara mengetahui pesan dengan label forward, untuk pesan berantai di WhatsApp bisa dikenal dari tanda panah. Selain itu periksa juga foto dan gambar secara seksama karena mudah diedit untuk dimanipulasi,” katanya.

Berikutnya, Yusmanto menyampaikan materi berjudul “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Berita Hoaks?”. Dia mengatakan, dampak hoaks akan merugikan masyarakat karena berisi fitnah. Hoaks juga bisa mempengaruhi opini publik. “Jangan malas untuk mengecek informasi yang kita ingin bagikan di media sosial. Untuk mengetahui kebenaran infomasi bisa dicek ke situs-situs pengecek fakta,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI