Tingkatkan Potensi Desa di Takalar, Dosen PNUP Lakukan Pembinaan Bumdes

Minggu, 11 Juli 2021 17:41

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Tim dosen jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Ujung Pandang, yang tergabung dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), melakukan kegiatan peningkatan kualitas sumberdaya aparat BUMDes.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan potensi desa. Dipilih desa Massamaturu, Kabupaten Takalar, dengan mengadakan pelatihan, Minggu, 11 Juli 2021.

Salah Satu Dosen Akuntansi PNUP, Dedy Abidin mengatakanKegiatan ini dilakukan dengan mengadakan pelatihan kepada aparat BUMDes. Salah satinya dengan mengenalkan materi akuntansi agrikultur.

“Kami memperkenalkan akuntansi agrikultur ini yang berkaitan dengan pengakuan, pengukuran, pengungkapan aset biologis maupun produk agrikultur,” ucapnya.

Dosen PNUP kata Dedy, menjelaskan yang mana masuk aktegori sset agrikultur atau produk yang dipanen dari aset biologis milik entitas, misalnya Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, getah karet, hasil petikan buah-buahan, susu, dan telor ayam.

“Nah entitas yang memiliki usaha bidang agrikultur misalnya perusahaan, kelompok tani, usaha pribadi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa),” ucapnya.

Kemudian mengenalkan mengenai aset biologis yaitu hewan atau tanaman hidup. Aset biologis yang termasuk hewan misalnya peternakan sapi, ayam, kambing, domba, dan budidaya ikan.

Sedangkan yang termasuk aset biologis tanaman hidup misalnya perkebunan kelapa sawit, karet, teh, kapas, kelapa, dan buah-buahan.

Tim dosen jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Ujung Pandang, Nuraisyah Zain Mide mengatakan dipilih daerah Takalar dan BUMDes “Assamaturu”, pasalnya banyak laporan bahwa BUMDes ini telah berdiri sejak tahun 2017 dan kehadiran BUMDes diharapkan dapat memberikan alternatif bagi desa.

Namun hingga saat ini unit bisnis dari BUMDes tersebut hanya aktif pada unit usaha Simpan Pinjam saja, khususnya dengan ada nya kondisi Covid-19 yang melanda pada tahun 2020 sehingga pendapatan BUMDes ikut merasakan dampaknya.

Komentar

VIDEO TERKINI