Bupati Sinjai Terima Pencatatan KIK dari Kemenkumham

Selasa, 13 Juli 2021 13:24

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan Harun Sulianto menyerahkan 5 (lima) surat pencatatan kekayaan intelektual komunal (KIK) dari ditjen Kekayaan Intelektual dan piagam penghargaan integrasi JDIH ( Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum) dari Menkumham, kepada Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, di Aula Balai Harta Peninggalan dan Kurator Negara Makassar, Senin(12/7).

Lima surat pencatatan KIK tersebut yaitu Perjanjian Topekkong ( naskah pemersatu dua kerajaan, Gowa dan Bone yang dimediasi oleh kerajaan Sinjai. Perjanjian Topekkong sangat dipegang teguh oleh rakyat sinjai yang menentang keras belanda mengadu domba dan memecah belah kerajaan – kerajaan di Sulawesi selatan); Tari Ma’dongi, merupakan ekspresi budaya tradisional yang bersifat terbuka dari kabupaten sinjai. Tari Ma’dongi sering dipentaskan pada acara – acara umum seperti hari jadi daerah, pesta panen, pesta pernikahan ataupun acara – acara besar lainnya;

Ma’rimpa Salo’ dapat merupakan pesta adat untuk melestarikan tradisi budaya dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Sinjai meskipun yang melaksanakan hanya di 2 desa yakni desa Sanjai dan desa bua tetapi pesta adat tersebut dapat dinikmati oleh siapapun; Minas, minuman khas warga Sinjai yang dipercaya memiliki khasiat menambah tenaga dan memberikan rasa hangat bagi para penikmatnya dan hanya dapat ditemukan di Kabupaten Sinjai; dan poto–poto’ merupakan makanan/kue cemilan (kue kering) khas sinjai yang memiliki bentuk menyerupai simpul.

Kakanwil Harun mengatakan di kabupaten Sinjai telah tercatat 14 KIK pada ditjen kekayaan intelektual yang terdiri dari sepuluh ekspresi budaya tradisional dan empat pengetahuan tradisional.

Terkait Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), Kakanwil mengapresiasi kolaborasi dan sinergitas pemerintah daerah dan DPRD sinjai yang telah terintegasi dalam JDIH Nasional (JDIHN )

Komentar

VIDEO TERKINI