IBK Nitro MoU dengan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Sulselbar

Jumat, 16 Juli 2021 22:38

IST

Fajar.co.id, Makassar — Rektor Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Dr Moh. Hatta ,SE.,M.Si menandatangani MOU  dengan DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Provinsi Sulawesi yang ditandatangi langsung oleh Ketua DPD SULSELBAR H. Arief R Pabettingi SE.,M.M, sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah implementasi kegiatan merdeka belajar dan Kampus Merdeka.

Terkhusus pada Program StudiPerdagangan Internasional diperlukan sinergitas dan kerjasama yang baik antara Pemerintah, Asosiasi Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (dunia industri) dengan Perguruan Tinggi.

MOU ini memuat empat bentuk kerjasama yaitu : Penyusunan dan pengembangan kurikulum Prodi perdagangan Internasional, terutama terkait mekanisme Ekspor dan Indonesia barang  baik  melalui pelabuhan maupun Bandara, Pelaksanaan program pengembangan kapasitas SDM yang mencakup studi lanjut pada jenjang Pascasarjana (S2) pada Institut Bisnis dan Keuangan Nitro, dan Pelaksanaa Pelaksanaan dukungan kegiatan akademis, meliputi: pelaksanaan Kuliah Kerja Lapang (KKLP), magang, penelitian dan riset akademis, dan Pemberian bea siswa kepada mahasiswa baru Institut Bisnis dan Keuangan Nitro. 

Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia merupakan asosiasi Perusahaan ekspor Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk turut serta dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, khususnya dibidang perdagangan internasional dengan berkontribusi dalam perbaikan dan pengembangan substansi pengajaran sesuai bidangnya dari waktu ke waktu, ucap Arief Pabbetengi. 

Rektor IBK Nitro,  Hatta Alwi mengatakan bahwa akademisi, baik kalangan pengajar maupun mahasiswa, dapat berperan sebagai agen perubahan (agent of change) dalam rangka mensosialisasikan program kerja pemerintah di bidang Perdagangan kepada publik melalui kegiatan akademis, dan dapat berperan serta memberikan kontribusi dan masukan untuk mendukung keberhasilan kinerja pemerintah. Sehingga MOU ini perlu dilakukan dan dilanjutkan dengan MOA. (rls)

Komentar

VIDEO TERKINI