Tingkatkan Komunikasi Guru dan Orang Tua Agar Belajar Online Makin Efektif

Sabtu, 17 Juli 2021 16:28

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 17 Juli 2021 di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Bagaimana Belajar Online yang Efektif”.

Program kali ini menghadirkan 903 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari editor Republika Online Andi Nur Aminah, peneliti dan pegiat literasi Sosial Budaya Badruzzaman M Pd, Komisioner KPID Sulawesi Selatan Mattewakkan Monga, dan Founder @gemil_lucu Yusuf Darmawan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Fitriyani Rahman selaku penyiar RRI. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Andi Nur Aminah yang membawakan tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Digital”. Menurut dia, sedikitnya ada tiga poin penting agar pembelajaran tidak menjenuhkan, yakni buatkan konten pembelajaran secara menarik, pahami kebutuhan dan kondisi siswa, serta susun pembelajaran dengan lengkap dan terstruktur. “Teknologi hanyalah alat. Tergantung guru untuk berkomitmen, kreatif, dan peduli untuk menunjukan perbedaan pengalaman dalam pembelajaran jarak jauh,” katanya.

Berikutnya, Yusuf Darmawan menyampaikan materi berjudul “Anak dan Cyberbullying”. Ia mengatakan, korban perundungan siber akan berdampak pada kondisi mental serta motivasi belajar anak. Oleh sebab itu, perlu peran semua pihak baik sekolah maupun keluarga untuk dapat mengobati mental sianak. “Orang tua harus menghindari diri dari sikap menyudutkan anak, kemudian memberikan kekuatan moralnya serta mengembalikan dirinya merasa aman,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI