Manfaatkan Lokapasar untuk Meningkatkan Kesejahteraan

Rabu, 28 Juli 2021 12:14

FAJAR.CO.ID, Bantaeng — Sebanyak 628 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 28 Juli 2021 di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pembuat konten, Irwan ST; pemengaruh (influencer), Jessica; entrepreneur, Wire Bagye; dan cyber security digital, Anwar Fattah. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Tristania Dyah selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Irwan yang membawakan tema “Peran Literasi Digital di Dunia Marketplace”. Ia mengatakan bahwa secara persentase, Indonesia merupakan pengguna e-dagang terbesar di dunia dengan lebih dari 9 juta penjual atau toko di lokapasar. “Beberapa kelebihan lokapasar, di antaranya modal yang dibutuhkan minim, sistem tersedia, pasar sudah terbentuk, dan tidak perlu strategi pemasaran,” urainya.

Berikutnya, Jessica menyampaikan materi berjudul “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Online”. Jessica menerangkan, jika ingin membangun bisnis daring, maka yang perlu dilakukan adalah membangun kepercayaan konsumen, menyediakan deskripsi produk, harga produk kompetitif, kelola website, pikirkan pengemasan, cara pembayaran, dan pengiriman produk. “Jika ingin membuat konten untuk bisnis daring, buatlah foto/video produk yang menarik, feed menarik, beri tips bermanfaat, konten yang interaktif, sertakan testimoni produk, atau tayangkan behind the scene,” saran dia.

Sebagai pemateri ketiga, Wire Bagye membawakan tema “Pemanfaatan Perangkat dan Layanan Digital dalam Menunjang Produktivitas”. Menurut dia, kemudahan teknologi dan pandemi turut memicu gaya hidup konsumtif. “Jangan hanya jadi penonton atau pembeli, jadilah produktif dengan memanfaatkan aplikasi dan perangkat yang dimiliki. Misalnya menjadi dropshipper, reseller, atau berjualan di lokapasar,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI