Tips Pembelajaran Daring yang Menarik

Sabtu, 31 Juli 2021 13:22

FAJAR.CO.ID, Banggai – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 31 Juli 2021 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”.

Program kali ini menghadirkan 270 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Finneke Wolajan selaku jurnalis, Rustan selaku penulis buku pendidikan, Asniwun Nopa selaku praktisi sosial, dan Eryvia Maronie selaku narablog dan pembuat konten. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Lia Dina. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Eryvia Maronie yang mengangkat tema “Sukses Belajar Daring dengan Kemampuan Literasi Digital”. Pada sesinya, ia menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru saat pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, yaitu seperti harus bisa memanfaatkan teknologi, membuat pembelajaran daring yang terencana, dan membuat anak didik tetap berkonsentrasi.

Berikutnya sesi dilanjutkan oleh Finneke Wolajan dengan tema “Upaya Mencegah, Mendeteksi dan Menyikapi Cyberbullying”. Menurut Finneke, anak-anak dapat menjadi korban maupun pelaku perundungan siber. Contohnya, anak laki-laki lebih sering melakukan perundungan daring dengan cara mengirim ancaman fisik sementara anak perempuan melakukan perundungan daring dengan menyebarkan gosip atau rahasia orang lain.

Komentar

VIDEO TERKINI