Bantaeng Bakal Produksi Nutri Zinc, Varietas Padi yang Bisa Cegah Stunting

Kamis, 5 Agustus 2021 15:32

PANEN. Bupati Bantaeng Ilham Azikin panen padi Varietas Nutri Zinc di Kelurahan Lamalaka, Kamis, 5 Agustus 2021 dengan luas lahan 15 hekatare. (AKBAR WAHYUDI/FAJAR.co.id)

FAJAR.CO.ID,BANTAENG — Pemerintah Kabupaten Bantaeng bakal mengembangkan produksi benih padi varieatas Nutri Zinc. Varietas ini adalah varietas baru yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPPP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI dalam empat bulan terakhir.

Varietas ini diketahui memiliki berbagai keunggulan dan baik untuk kesehatan. Padi jenis ini memiliki unsur Zinc paling besar yaitu 34,5 ppm.

Unsur sebesar ini cocok untuk mencegah kekerdilan atau yang dikenal dengan stunting. Varietas ini sudah dipanen di demplot padi Dinas Pertanian di Kelurahan Lamalaka, Bantaeng, Kamis, 5 Agustus 2021 dengan luas lahan 15 hekatare.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi dan Pengembangan Pertanian Sulsel, Abdul Wahid mengatakan, padi Varietas Nutri Zinc ini sangat cocok untuk Bantaeng. Menurutnya, setelah di uji coba, padi ini ternyata memiliki potensi panen sebesar 7,1 ton gabah per hektare.

Masa tanam padi ini juga cukup cepat di Bantaeng. Diperkirakan dalam kurun 100 hari, padi ini sudah bisa dipanen. Masa itu sudah termasuk masa persemaian, tanam hingga panen.

“Padi jenis ini sangat cocok ditanam di Bantaeng. Apalagi, Bantaeng pada musim tanam kedua (MT2) ini sangat kurang hujan. Padi jenis ini memang tidak membutuhkan curah hujan yang tinggi,” jelas dia.

Dia menambahkan, varietas lain yang juga dikembangkan BPPP adalah Inpari 42 dan Membramo. Varietas Inpari 42 ini memiliki rendemen sebesar 90 persen. Sedangkan Membramo dikembangkan dengan pertimbangan masih disukai sebagai konsumsi masyarakat di Sulsel.

Dia juga menambahkan, selain ketiga varietas itu, BPPP dalam empat bulan terakhir juga memberikan treatment teknolohi pupuk hayati berbasis mikroba. Pupuk ini diketahui baik untuk mengembalikan kesuburan tanah.

“Pupuk hayati berbasis mikroba ini akan akan merangsang kesuburan tanah dan tanaman,” jelas dia.

Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin mengaku akan memberikan support terhadap pengembangan ini. Dia mengaku tertarik untuk mengembangkan varietas padi Nutri Zinc di Bantaeng. Tahun depan, Bantaeng diharapkan dapat surplus benih varietas padi Nutri Zinc ini.

“Kita berharap penangkaran benih ini sudah mulai dikembangkan tahun ini. Tahun depan, kita sudah bisa memproduksi benih-benih ini,” ungkap Bupati peraih penghargaan ketahanan pangan nasional ini.

Dia mengaku akan mengajak banyak pihak untuk terlibat dalam pengembangan pembenihan ini. Menurutnya, hal ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini. Dia juga mengaku akan membangun koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI untuk pengembangan benih ini.

“Kita akan mengajak Kodim 1410/Bantaeng. Kita berharap, tahun depan kita sudah bisa menyebar benih-benih ini. Semoga berkat benih ini, kita bisa mengatasi stunting dari Bantaeng,” jelas dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bantaeng, Budi Taufik mengatakan, Bantaeng dinilai sebagai salah satu daerah dengan indeks pertanaman 300 persen. Artinya, potensi pertanian di Bantaeng bisa mencapai di atas lima ton per hektare untuk tanaman padi.

Budi Taufiq menyebut, indeks pertanaman yang mencapai 300 persen ini menjadikan Bantaeng sebagai salah satu daerah yang berpotensi mengembangkan varietas Nutri Zinc ini.

“Potensi produksi ini mencapai 7,1 ton per hektare. Masa panen bisa mencapai 100 hari di musim tanam kedua. Bantaeng sangat potensial untuk pengembangan ini,” jelas dia.

Dia mengatakan, ada perlakuan-perlakuan khusus untuk memproduksi benih. Di antaranya adalah kesiapan benih dan tempat penangkaran.

“Pada umumnya semua lahan bisa digunakan. Hanya saja, kita berharap ada isolasi jarak dan waktu untuk mencegah penyakit,” jelas dia.

Dia mengaku, kebutuhan-kebutuhan ini bisa ditutupi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan. Oleh karena itu, dia berharap dukungan dari semua pihak termasuk dari BPPP dan Kementerian Pertanian RI.

“Pada dasarnya ini semua bisa kita lakukan berkat dukungan semua pihak,” jelas dia.(Akb/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI