Peran Sastra Anak pada Masa Pandemi Covid-19

Kamis, 5 Agustus 2021 15:00

Audia Auliah Ali, Mahasiswa FBS UNM 2015

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sastra Anak adalah karya sastra yang secara khusus dapat di pahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak, yaitu anak yang berusia antara 3-12 tahun (Puryanto, 2008:2).

Menurut Wikipedia, Pandemi adalah epidemi penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benua, atau di seluruh dunia. Sedangkan virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerag sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem perapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia, virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Masuknya virus corona di Indonesia sendiri pada bulan Februari 2020, dan Untuk mencegah atau menekan penyebaran virus corona di Indonesia sendiri di berlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Maka dari itu selama PSBB berlaku pada ruang lingkup peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

LMaka dari itu peran sastra anak selain sebagai sarana pendidikan karakter sastra anak juga bersifat menghibur. Selama Work From Home (WFH) dan pembelajaran on line di terapkan tidak sedikit orang dewasa bahkan anak-anak merasa bosan karena tidak dapat berkegiatan di luar rumah.

Jenis atau biasa di sebut dengan genre sastra anak fiksi, non fiksi, puisi, buku bergambar dan komik. Sebagaimana halnya orang dewasa, anak pun membutuhkan informasi tentang dunia, tentang segala sesuatu yang ada dan terjadi di sekelilingnya tentu saja informasi tersebut di kemas dengan bahasa yang lebih sederhana dan gambar yang mempunyai warna yang menarik.

LSastra anak juga dapat berkisah tentang apa saja, bahkan yang menurut ukuran orang dewasa tidak masuk akal. Misalnya, kisah binatang yang dapat berbicara, beringkah laku, berpikir dan berperasaan layakya manusia. Salah satu genre sastra anak yang paling banyak di minati adalah video animasi atau film kartun, tidak hanya di sukai oleh anak-anak, ada juga orang dewasa yang masih menyukai menonton film kartun dan ada pula yang menjadikan membaca komik salah satu hobi nya.

Seperti yang kita ketahui untuk mencegah terinfeksi virus corona kita di harapkan mencuci tangan dengan benar, menggunakan masker, menerapkan physical distancing, isolasi mandiri, membersihkan rumah, melakukan disinfeksi secara rutin dan menjaga daya tahan tubuh.

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit, salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengelola stres karena stres bisa menjadi sumber penyakit, terutama bila berlebihan dan tidak terkontrol.

LContoh cara mengelola stres yaitu dengan menghibur diri dan memiliki hobi, jadi manfaat sastra anak pada masa pademi dapat menaikkan imun tubuh karena saat membaca atau menonton film kartun dapat meningkatkan hormon Dopamin dan Serotonin sehigga mengatur suasana hati dan meningkatkan perasaan positif.

Memperkenalkan karya sastra anak sedini mungkin pada anak juga dapat mengedukasi anak tentang bagaimana pesan yang terkandung dalam buku cerita yang di bacakan oleh ibu nya maupun film animasi, beragam karakter juga dapat membuat anak dapat membedakan karakter atau watak yang patut di teladani dan karakter yang tidak baik di contoh, ketika anak sedang menonton atau pun membaca sebaiknya orang tua mendampingi anaknya agar jika ada sesuatu mengenai film atau bacaan yang kurang di pahami oleh anak orang tua mampu menjelaskan dengan bahasa yang lebih di pahaminya.

Oleh: Audia Auliah Ali, Mahasiswa FBS UNM 2015

Komentar

VIDEO TERKINI