Gelar Musda VIII, Plt Gubernur Harap MUI Sulsel Kolaborasi Tangani Pandemi Lewat Dakwah

Sabtu, 7 Agustus 2021 15:20

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke VIII di Hotel Four Points, Sabtu (7/8/2021).

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap sinergitas MUI dalam memerangi pandemi Covid-19 di Sulsel. Menurutnya kerjasama semua pihak bisa membuat penanganan virus lebih cepat diatasi.

“Saya minta tolong kepada seluruh ulama ustaz untuk menyampaikan ke seluruh masyarakat jangan sampai pada waktu sesak baru ke rumah sakit, mendakwakan bagaimana orang mati ketika Covid, bisa saja mati syahid kalau memenuhi syarat,”katanya.

Menurut Sudirman, keterlibatan MUI dalam menangani Covid 19 di Sulsel bisa lewat jalur dakwah. Menyebarkan pesan pesan kepada masyarakat utamanya di pelosok pelosok yang masih minim informasi mengenai Covid ini.

“kenapa? ada ketakutan orang tua umu 70 tahun ditarik sama cucunya untuk ke rumah sakit, saya sudab siapkan tempat, dia tidak mau. Takut mati terus dibungkus (pemakaman Covid 19) makanya perlu ada siraman rohani dari ustaz untuk menyampaikan di desa desa di pelosok ceramah di mimbar bahwa kalau meninggal begini dibungkus begini tetap tembus doanya,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPP MUI Pusat, Jeje Zaenuddin mengatakan, MUI harus mengambil peran dalam melawan pandemi. Sebab konsep yang ditanamkan bagaimana organisasi bisa hadir dan memberikan solusi. Pembentukan satgas Covid-19 merupakan salah satu upaya dalam mendukung program pemerintah.

“MUI harus hadir dalam konsep wajib hadir dan memang seharusnya menghadirkan diri ke tengah umat menjadi bagian dari solusi sebagaimana telah ditetapkan dalam salah satu orientasi dan gerakan MUI yaitu hadir membawa solusi terhadap kondisi yang saat ini tengah dihadapi,”pungkasnya.

Ketua Panitia Musda ke VIII, Hasid Hasan Palogai, mengungkapkan pemilihan ketua umum MUI tidak dilakukan secara langsung. Namun ditunjuk oleh tim formatur. Sebanyak 13 orang formatur akan merembukkan siapa yang akan dipilih menjadi ketua MUI.

“Di tradisi MUI ulama kita adalah orang panutan sehingga tidak ada yang mencalonkan, cuma dicalonkan oleh orang orang. Majelis ulama adalah sistem pemilihan tidak ada pemilihan ketua. Yang ada pemilihan dan penunjukan formatur. Formatur sudah jelas ada 13 unsur ada yang sudah pasti, ada yang masih dipilih, sehingga mereka 13 ini menentukan siapa yang akan disepakati untuk menjadi ketua,”katanya.

Peserta musda yang mengusung tema “MUI bersama umat menanggulangi Covid 19” ini berjumlah 76 orang terdiri, pimpinan pusat MUI, pimpinan MUI provinsi, ormas, perguruan tinggi, dan perwakilan 24 kabupaten kota.

“Nanti persidangan InsyaAllah sebentar malam sudah ditetapkan diputuskan siapa terpilih jadi formatur, besoknya diadakan rapat formatur untuk menyepakati siapa yang akan menjadi ketua umum MUI Sulsel,”pungkasnya. (ikbal/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI