Diduga Lakukan Pelecahan Seksual, Perawat Puskesmas Tanete Dilaporkan ke Polisi

Senin, 9 Agustus 2021 14:47

PERLIHATKAN. ES (17) memperlihatkan bukti laporan polisi, Senin, 9 Agustus 2021. Dirinya melaporkan SL, oknum perawat di Puskesmas Tanete atas dugaan pelecehan. (AKBAR WAHYUDI/FAJAR.CO.ID)

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA– Oknum perawat di Puskesmas Tanete, Kecamatan Bulukumpa, SL (30) dilaporkan ke polisi, Minggu malam, 8 Agustus 2021, setelah diduga melakukan pelecehan kepada pasiennya Es (17).

Kasus tersebut telah dilaporkan pada pihak berwajib dengan Laporan Polisi: STPL / 52 / VII /2021 /Sek Bulukumpa.

Kejadian tersebut bermula, saat korban Es mendapatkan perawatan di Puskesmas Tanete. Saat itu dari ruang UGD akan dipindahkan keruangan perawatan inap.

Es yang mendapatkan ruangan perawatan melati, malah ditempatkan oleh pelaku ke ruangan nifas yang tidak berpenghuni alias kosong.

Karena takut, Es akhirnya menolak, tapi bukannya ditempatkan perawatan melati sebagaimana mestinya, dia ditempatkan di ruangan angrek yang juga tak dihuni pasien lainnya.

Namun dirinya tidak bisa memilih lagi, karena sudah ingin beristirahat dan akhirnya menerima ruangan melati untuk menjadi tempat perawatannya.

Tetapi kecurigaanya ternyata betul, setelah beberapa menit berbaring di ranjang, SL mematikan lampu, kemudian mencium dan mengerayangi Es.

“Setelah baring, dia bunuh lampu, tidur di sampingku, baru na ciumka,” ungkap Es.

Mendapati peristiwa tersebut, Es kemuadian lari keluar ruangan dengan berteriak meminta tolong, dan meminjam handphone perawat lainya untuk menelpon sang suami.

“Sempatji juga minta maaf dan dia suruhka kembali keruangan tapi traumaka,” kata dia.

Pasien Es, kemudian keluar paksa dari perawatan puskesmas tanete karena trauma yang dialaminya.

Terkait peristiwa tersebut, Kepala Puskesmas Tanete, Dahlan yang dikonfirmasi, mengatakan, akan segera memberhentikan SL sebagai perawat di Puskesmas Tanete jika terbukti bersalah.

“Kami tidak mau nama Puskesmas rusak dengan adanya hal seperti ini, karena melecehkan masyarakat tidak boleh. Saya selaku pimpinan tidak menginginkan hal seperti ini,” kata dia.

Komentar

VIDEO TERKINI