Pembelajaran Tatap Muka Bergantung Suksesnya Vaksinasi

Senin, 23 Agustus 2021 13:22

Pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan dan menggunakan modul dinilai efektif untuk tetap mendukung proses belajar mengajar di Pangkep.(FOTO:SAKINAH/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, PINRANG — Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) sangat bergantung pada suksesnya vaksinasi di Sulsel. Khususnya bagi remaja.

Untuk itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman terus mendorong agar vaksinasi untuk remaja dipercepat. Hal ini untuk meciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Jangan takut ya, jika sudah vaksin, kita bertahap untuk melakukan pembelajaran tatap muka tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Andi Sudirman saat meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk siswa di UPT SMAN 1 Pinrang, kemarin.

Didampingi Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, orang nomor satu di Pemprov Sulsel ini pun senang melihat antusias siswa menunggu giliran untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Apalagi salah satu sasaran vaksinasi juga dilakukan untuk pelajar dan tingkat SMP dan SMA atau beradapada usia 12 tahun ke atas.

Dalam pelaksanaan vaksinasi sehari ini, disiapkan 20 vial vaksin jenis Sinovac atau bisa diberikan terhadap sekitar 200 pelajar.

“Alhamdulillah, kita tentu bersyukur masyarakat bahkan pelajar dan remaja turut ikut melakukan vaksinasi Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi ini sebagai langkah untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok),” imbuhnya.

Plt Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammadong menambahkan, dengan vaksinasi Covid-19 ini, sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita bersama saling bahu-membahu untuk bangkit dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. kita harus mengikuti kebiasaan baru, disiplin protokol kesehatan 5M,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Sulsel mendata, pertanggal 19 Agustus, total target vaksinasi Provinsi Sulsel sebanyak 7.057.525 orang, pencapaian sudah 22,18 persen atau 1.565.345 orang untuk dosis pertama dan 13,17 persen atau 929.509 untuk dosis kedua.

Komentar

VIDEO TERKINI