Jangan Gegabah Putuskan Pembelajaran Tatap Muka

Kamis, 26 Agustus 2021 18:26

Siswa-siswi SMAN 21 Makassar mulai mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolahnya, Senin, 12 April. Selain SMAN 21 Makassar, juga ada di SMAN 4 Makassar. (Tawakkal/ Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) memungkinkan bisa segera terwujud. Apalagi, kasus Covid-19 di Sulsel mengalami penurunan.

Legislator DPRD Sulsel, Haidar Majid, berharap, jika sudah ada lampu hijau untuk menggelar PTM, tentu harus dibarengi pula degan persiapan serius dari pemerintah dan pihak sekolah terkait. “Harus dilakukan persiapan dengan baik,” ujar Haidar, Rabu, (25/8/2021).

Anggota Komisi E DPRD Sulsel inui menjelaskan, pihaknya segera membahas rencana itu dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel. Menurutnya, semua pihak harus terlibat memastikan kesiapan dan kelayakan pelaksanaan PTM. Mulai dari murid, tenaga pengajar, hingga orang tua.

“Segera dilakukan koordinasi di Komisi E untuk mengundang pihak Disdik Sulsel. Kami akan membahas hal itu. Yang terpenting adalah saat murid pulang dari sekolah,” urainya.

Haidar yakin, selama belajar di sekolah murid dan tenaga pengajar pasti mematuhi protokol kesehatan (prokes). Ia khawatir, setelah pulang sekolah mereka mengabaikan prokes.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari memaparkan terkait PTM akan mengikuti perkembangan kondisi terakhir. “Anak-anak kita tentu membutuhkan proses pendidikan yang wajar,” bebernya.

Meski ada desakan untuk menggelar PTM, pihaknya tidak ingin gegabah. Jangan sampai menimbulkan masalah baru nantinya.

“Kita terus berdoa agar kasus di Sulsel terkendali. Kalau kondisi sudah memungkinkan, kenapa tidak dilakukan (PTM). Supaya anak-anak mendapatkan proses pendidikan yang lebih baik.

Kasus covid-19 menurun di Sulsel disebut berdasarkan jumlah pasien di rumah sakit dan angka kematian yang ikut menurun. Kepada Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari menuturkan, keberhasilan penanganan Covid-19 sangat bergantung dari partisipasi masyarakat mematuhi prokes.

“Kita mendorong upaya tracing dan testing untuk terus menurunkan jumlah kasus. Kami mendistribusikan alat testing, seperti tes antigen dan swab. Tracing bisa dilakukan untuk pasien positif, minimal 15 orang,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI