Mulai Hari Ini, Tes Swab Sasar Pengunjung Warkop di Makassar

Kamis, 26 Agustus 2021 09:35

tes swab

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Tes swab akan menyasar pengunjung warung kopi dan tempat-tempat yang berpotensi mengundang kerumunan di Makassar mulai hari ini, Kamis (26/8/2021).

Pelaksana tugas (Plt) Kasatpol PP Makassar, Iqbal Asnan, mengatakan, hal ini sesuai dengan instruksi Wali Kota Makassar.

Operasi tes swab ini pun bakal melibatkan Satuan Tugas Pengurai Kerumunan (Satgas Raika) yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

“Satgas Raika akan melaksanakan swab di tempat, khususnya warkop-warkop, sesuai SE walikota,” katanya.

Apabila hasil tes swab ditemukan positif, yang bersangkutan akan difalisitasi untuk melakukan isolasi terpadu di KM Umsini.

Namun, jika mereka menolak, maka bisa melakukan isolasi di rumahnya, selama tempatnya memadai.

Adapun sanksi bagi pengelola warkop akan ditutup selama lima hari setelah ditemukan melanggar.

“Kalau ada yang positif maka usahanya bisa di tutup selama 5 hari. Sehingga pelaku usaha di harapkan taat dengan aturan yang sementara diterapkan di Kota Makassar,” tuturnya.

Terpisah, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, jika pihaknya telah melakukan pelatihan terhadap 100 analis yang akan melakukan test swab.

“Kemarin kita sudah selesai melakukan pelatihan terhadap 100 Analis, jadi tracing akan kita perbesar lagi,” sebutnya.

100 analis ini akan bekerja sama dalam melakukan tes swab di warkop maupun tempat-tempat yang berpotensi berkerumun.

“Raika bersama nakes akan sama-sama menyusur potensi kerumunan. Di situ kita lakukan swab,” imbuh Danny sapaannya.

Danny berharap agar masyarakat tidak lengah. Tetap mematuhi protokol kesehatan dan melakukan isolasi jika terkonfirmasi positif.

Program ini sesuai Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor :443.01/413/ S.Edar/Kesbangpol/VIII/2021 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Covid – 19.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Andi Hadijah Iriani, menyebutkan dengan program ini, pelacakan kontak erat akan meningkat menjadi 1:15.

Ia menjelaskan masih banyak masyarakat yang menolak melakukan pemeriksaan tes swab di Makassar.

“Banyak orang tidak mau di-swab, jadi dilakukan tracing,” ujarnya.

Padahal, WHO telah merokemendasikan untuk setiap satu kasus, seharusnya dilakukan penelusuran terhadap 30 kontak terdekat atau 1:30.

Sementara pemerintah kota Makassar hanya mampu melakukan pelacakan kasus terhadap kontak erat 1:4.

Selain itu, pemerintah pusat juga meminta Pemkot Makassar mencapai target testing sebanyak 15.554 per hari. (rasid-selfi/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI