Pemerintah Bangun 1005 Huntap Untuk Penyintas Banjir Bandang, Ini Peruntukannya

Jumat, 27 Agustus 2021 08:29

FAJAR.CO.ID, LUWU UTARA – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muchtar meninjau pelaksanaan pembangunan hunian tetap (huntap) di desa Radda, Rabu (25/8) sore.

Dalam kunjungannya, Muslim Muchtar mengatakan pembangunan huntap bagi penyintas banjir bandang diupayakan rampung tahun ini.

“Jadi ada 1.005 unit berasal dari BNPB 897 unit, Kementerian PUPR 72 unit, dan 50 unit bantuan Pemprov Sulsel yang dibangun tahun lalu dan sudah dihuni,” terang Muslim.

Adapun peruntukannya, huntap ditujukan untuk korban bencana yang masuk dalam kategori rumah rusak berat.

“Pembangunan huntap tersebar di beberapa titik, untuk yang kita tinjau sekarang ini di Panampung Desa Radda diperuntukkan bagi penyintas di Kecamatan Baebunta, sementara bagi penyintas di bantaran sungai Masamba dibangunkan di Porodoa,” jelas Muslim.

Berdasarkan verifikasi ulang dan data terbaru, tercatat rumah warga terdampak sebanyak 3.762 unit, terdiri dari 1.005 rusak berat, 515 rusak sedang dan 2.242 rusak ringan.

“Untuk kategori rumah rusak berat tersebar di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Baebunta sebanyak 459 unit, Sabbang 24 unit, Baebunta Selatan 11 unit dan Masamba sebanyak 511 unit,” sambungnya.

Sementara untuk korban bencana yang masuk dalam kategori rumah rusak sedang dan rumah rusak ringan akan mendapatkan dana stimulan.

“Untuk kategori rumah rusak berat mendapatkan huntap dengan biaya pembangunan Rp 50 juta per unit, kalau untuk rumah rusak sedang mendapatkan dana stimulan Rp. 25 juta, dan rusak ringan sebesar Rp.10 juta, ini bisa diserahkan ketika semua data yang terdampak sudah rampung,” ucapnya.

Lebih lanjut Muchtar menjelaskan, saat ini masih ada ratusan warga yang belum terdata, sementara pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan ketika semua warga yang terdampak sudah terdata.

“Untuk itu saya minta warga penyintas melakukan verifikasi data, saat ini tercatat masih ada 301 orang yang belum melakukan verifikasi data, jangan sampai karena 301 orang ini membatalkan yang lainnya, aparat kecamatan dan desa sudah melakukan pendataan, hanya saja di lapangan sudah susah ditemui, untuk itu saya minta ada surat keterangan bagi warga yang sudah tidak menetap di Kota Masamba, agar dana stimulan ini bisa segera diterima,” tutupnya. (IF)

Komentar

VIDEO TERKINI