Diapresiasi Jubir Presiden hingga Mentan, ISYEF Point Jadi Contoh Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dari Masjid

Jumat, 3 September 2021 11:18

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebuah warung kontainer bertuliskan ISYEF Point berdiri di halaman masjid Nurul Muttaqin, Kelurahan Minasa Upa, Kota Makassar. Setiap jumat, warung kontainer ini diserbu jemaah masjid hingga warga sekitar, karena menjual paket makanan murah seharga Rp 2.000.

ISYEF Point merupakan salah satu program ISYEF Sulsel, dibawah komando dr Fadli Ananda SpOG MKes. Sejak tahun 2018, gerakan-gerakan sosial ISYEF Sulsel sangat massif di masyarakat, sehingga menarik perhatian sejumlah tokoh nasional.

Mulai dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hingga Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, memberikan apresiasi terhadap kontribusi dan karya nyata ISYEF di tengah-tengah masyarakat.

Ketua ISYEF Sulsel, dr Fadli Ananda, mengatakan, sejak 2018, ISYEF yang sekarang ini terbentuk di empat provinsi di Indonesia, aktif mendorong pertumbuhan dan memberdayakan ekonomi berbasis masjid, termasuk UMKM pemuda di dalamnya. Salah satunya melalui ISYEF Point.

“ISYEF Point ini adalah warung kontainer yang kita tempatkan di halaman masjid. Peracik kopinya kita ambil dari marbot juga remaja masjid, yang kemudian kita latih. Dan hasil dari warung kontainer ini sepenuhnya didonasikan ke masjid,” kata dr Fadli Ananda, Jumat, 3 September 2021.

Menurut dr Fadli Ananda, masjid bisa dimanfaatkan lebih dari sekedar tempat ibadah dan pusat kebudayaan Islam. Ia yakin dan percaya, hubungan linear antara kemakmuran masjid dengan kemakmuran ekonomi umat, bukan tidak memiliki sejarah. Rasulullah SAW telah membuktikan, ekonomi umat dapat diperbaiki melalui potensi masjid yang mampu menjadi tempat produktif. 

“Inilah yang berusaha kami dorong, dan kami harap menjadi contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat di Sulsel,” ujarnya.

Lebih jauh, dokter spesialis kandungan ini mengungkapkan, sejak Covid-19 masuk ke Sulsel, banyak sektor ekonomi yang terdampak, salah satunya adalah UMKM. Kebijakan pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19 melalui sejumlah pembatasan, secara langsung mengakibatkan permintaan terhadap produk dan jasa UMKM menurun drastis. 

Komentar

VIDEO TERKINI