6 September, Wajo Segera Belajar Tatap Muka

Sabtu, 4 September 2021 22:21

Seorang murid SD di Kecamatan Tempe menunggu proses pembelajaran saat terjadi banjir beberapa tahun lalu di Kabupaten Wajo. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Kabupaten atau kota di Sulawesi Selatan akhirnya mendapat “lampu hijau” untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Termasuk di Kabupaten Wajo rencananya akan dimulai, Senin, September mendatang.

Hal sebagai berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan No. 420/8349/Disdik tentang Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19 di Sulsel.

Atas Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan itu, keluar kemudian Surat Edaran Bupati Wajo Nomor: 800/700/Sekda tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 di Wajo.

“Wajo akan menggelar pembelajaran tatap muka mulai tanggal 6 September 2021 mendatang,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wajo, Faisal, Sabtu, 4 September.

Sebanyak 843 satuan pendidikan di Wajo mulai dari Kelompok Belajar, TK/PAUD, SD, dan SMP telah melewati proses verifikasi dan validasi terkait kesiapan menggelar PTM oleh Tim Satgas Covid-19 Disdikbud Wajo beberapa waktu lalu.

“Mekanisme PTM nantinya akan dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Dalam satu hari hanya dilakukan pembelajaran selama 3 x 45 menit atau 3 x jam pelajaran. Peserta didik pun dibatasi, setiap peserta didik hanya diperbolehkan hadir 3 kali dalam seminggu,” beber Faisal.

Faisal mengungkapkan, khusus bagi sekolah atau satuan pendidikan yang terdampak banjir atau wilayahnya masih dinyatakan zona merah agar menyesuaikan dengan kondisi setempat.

“Proses awal dari pembelajaran tatap muka ini lebih banyak dilakukan simulasi bagaimana budaya belajar di masa pandemi Covid-19. Mulai dari kedatangan peserta didik hingga proses belajar mengajar berakhir,” sebutnya.

Faisal mengingatkan, tiap satuan pendidikan dalam menyelenggarakan proses PTM untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, baik bagi peserta didik, guru, maupun orang tua yang mengantar dan menjemput anaknya.

Komentar

VIDEO TERKINI