Vaksinasi Aktif Bentuk Kekebalan Kelompok di Tengah Pandemi Covid-19

Senin, 6 September 2021 14:14

Vaksin Covid-19

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Tingkat kesembuhan terus meningkat. Sepekan terakhir, angka pasien sembuh dari paparan virus korona tetap konsisten di atas 92 persen.

Data situasi pengendalian Covid-19 Sulsel menunjukkan sejak 29 Agustus, angka kesembuhan sudah di atas 92 persen. Bahkan data pada Sabtu, 4 September, angka kesembuhan mencapai 94 persen.

Sementara kasus kematian konsisten di angka satu persen. Ketua Tim Ahli Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, gerakan vaksinasi setidaknya memberi dampak bagus dalam upaya pemerintah melakukan pengendalian.

“Dengan vaksinasi lengkap, paling tidak memberikan perlindungan diri. Sehingga kalau terpapar tidak terlalu parah,” ujarnya, Minggu, 5 September.

Menurut Prof Ridwan, makin aktif kegiatan vaksinasi massal, maka proses pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity bisa segera terbentuk. Ia berharap, pemerintah bisa mempertahankan tren ini.

Apalagi beberapa kasus luar negeri bermunculan. Seperti kehadiran varian Mu yang senantiasa bisa mengancam masyarakat Sulsel.

“Upaya-upaya pengendalian yang dilakukan tidak boleh kendur. Seperti penegakan prokes di mana saja,” tegasnya.

Makassar yang menjadi pusat episentrum di Sulsel juga menunjukkan progres vaksinasi di atas 50 persen. Hal itu merujuk pada data vaksinasi yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Makassar sejak 1 September. Progres vaksinasi telah mencapai 50,06 persen untuk dosis pertama atau menyasar 551.879 warga Makassar yang telah vaksinasi dari total sasaran 1.102.330 warga.

“Sementara yang telah mendapatkan vaksin penuh atau dua dosis mencapai angka 31,77 persen atau 350.247 orang,” imbuh Juru Bicara Makassar Recover, Henni Handayani.

Henni mengatakan, Pemkot Makassar akan terus mengenjot vaksinasi dengan melibatkan sejumlah pihak.

“Semoga stok vaksin terus tersedia, karena ini salah satu jalan untuk melawan Covid-19 dengan herd immunity. Pemkot Makassar akan terus memaksimalkan agenda vaksinasi ini dengan melibatkan sejumlah pihak. Seperti IDI, PMI, hingga unsur ormas dan pemuda,” pungkasnya. (asri)

Komentar

VIDEO TERKINI