Proyek Pemprov Sulsel Dihentikan, Warga Keluhkan Material yang Menumpuk di Badan Jalan

Rabu, 8 September 2021 09:55

Material bertumpuk di ruas jalan provinsi Anabanua - Malakke, Kelurahan Tangkoli Kecamatan Maniangpajo. Material itu mengganggu kendaraan yang melintas karena berada di badan jalan, Selasa, 7 September. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Warga di Kelurahan Tangkoli Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo mengeluhkan pelaksanaan proyek fisik Pemprov Sulsel. Lantaran diberhentikan sepihak.

Berdasarkan data dihimpun FAJAR. Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran dengan nilai pagu Rp24,7 miliar di APBDP 2020, pembangunan Jalan Ruas Solo-Peneki-Kulampu Cs di Wajo = 7,4 kilometer (km) 1 paket.

Proyek dari satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel tersebut dimenangkan PT. Tocipta Sarana Abadi dengan nilai Rp24,5 miliar.

Pembangunan ruas jalan provinsi dengan volume 7,4 km itu, terbagi dua segmen. Masing-masing sepanjang 3,7 km di ruas jalan Solo-Paneku Kulampu dan ruas Anabanua-Malakke

Warga Jongkang Kelurahan Tangkoli, Asrul mengatakan, pembangunan jalan ruas Anabanua-Malakke di Tangkoli berhenti. Tidak dilanjutkan. Sementara material yang dipakai masih berada di badan jalan.

“Tidak tau bagaimana kelanjutannya. Saya dengar diberhentikan. Kami lihat sampai sekarang tidak ada mi orang bekerja. Pasir dan batu gunung menumpuk di jalan menghalangi kendaraan lewat,” ujarnya, Selasa (7/9/2021).

Padahal, di akhir Februari lalu. Sejumlah pekerja dan alat berat melakukan kegiatan penggalian untuk pembangunan talud, di ruas yang menghubungkan Kecamatan Maniangpajo-Belawa tersebut.

“Tetapi sekarang tidak ada kegiatan sama sekali. Ada apa ini. Kenapa begitu. Kami sudah lama menanti perbaikan jalan disini,” keluhan.

Sementara, Direktur PT. Tocipta Sarana Abadi, Suharno, tidak menampik masalah tersebut. Pihaknya kerap menerima desakan warga setempat. Agar ruas Anabanua-Malakke kembali dikerja.

“Masyarakat disana protes ke kami kenapa sudah dilakukan penggalian kemudian ditinggalkan. Nah, itu bukan salah kami sebagai penyedia jasa, karena proyek diberhentikan,” paparnya.

Dia menceritakan, proyek yang sudah dilaksanakan sebulan lebih itu, terpaksa diberhentikan. Berdasarkan surat yang ditandatangani Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman ditujukan ke Kepala Dinas PUTR Sulsel.

Komentar

VIDEO TERKINI