PT Vale Ikut Berpartisipasi dalam Public Expose LIVE 2021, Ini yang Disampaikan

Rabu, 8 September 2021 15:52

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”, IDX Ticker: INCO) dan entitas anaknya (bersama “Grup”) hari ini menyelenggarakan paparan publik tahunan 2021 sebagai bentuk tranparansi dan akuntabilitas kepada publik, terutama pemegang saham.

Sama seperti tahun sebelumnya, paparan publik tersebut dilakukan secara daring dengan berpartisipasi dalam rangkaian acara Public Expose LIVE 2021 yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pemaparannya tersebut, PT Vale menegaskan kembali pencapaian kinerja keuangan untuk triwulan kedua tahun 2021 (“2T21”) yang telah dipublikasikan sebelumnya. Dengan angka produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, Grup mengirimkan 15.845 metrik ton (“t”) nikel matte dan mencatat penjualan sebesar AS$208,4 juta untuk 2T21.

Febriany Eddy, Presiden Direktur PT Vale mengatakan Volume penjualan sekitar 7% lebih tinggi pada 2T21 dibandingkan pada triwulan pertama tahun 2021 (“1T21”), mengimbangi harga realisasi rata-rata yang lebih rendah pada 2T21.

“Volume penjualan sekitar 7% lebih tinggi di 2Q21 dibandingkan 1Q21, mengimbangi harga realisasi rata-rata yang lebih rendah di kuartal tersebut” kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur PT Vale.”Kami telah menyelesaikan kegiatan pemeliharaan kritikal pada triwulan ini yang memungkinkan kami mengoptimalkan proses produksi sampai akhir tahun. Saya menghargai kerja keras karyawan dan kontraktor kami untuk terus memberikan hasil yang positif sambil mengelola resiko penyebaran COVID-19 secara efektif dalam kegiatan operasi kami,” sambungnya.

Grup mencatat EBITDA sebesar AS$72,3 juta pada 2T21, lebih rendah dari yang tercatat pada 1T21 sebesar AS$88,9 juta, terutama disebabkan oleh biaya yang lebih tinggi dan harga realisasi rata-rata nikel yang lebih rendah. Grup mencatat EBITDA sebesar AS$72,3 juta pada 2Q21, lebih rendah dari 1Q21 sebesar AS$88,9 juta, terutama karena biaya yang lebih tinggi dan harga nikel yang lebih rendah.

Komentar

VIDEO TERKINI