Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Varian Baru Bisa Lebih Berbahaya

Rabu, 8 September 2021 10:44

ILUSTRASI. Virus Corona

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Meski kasus Covid-19 terus mengalami penurunan, bukan berarti tidak ada kekhawatiran lagi. Gelombang ketiga lonjakan kasus virus korona masih mengancam.

Sulsel baru saja melalui gelombang kedua lonjakan kasus Covid-19. Data per 5 September 2021 memperlihatkan peta zonasi wilayah risiko Covid-19, hanya Kabupaten Soppeng yang masih berada di zona merah. Sisanya, didominasi zona oranye dan kuning.

Ini tidak lepas dari upaya yang terus dilakukan pemerintah seperti pembatasan mobilisasi warga. Termasuk vaksinasi massal yang gencar dilakukan.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin menilai, pemerintah harus tetap waspada di tengah laporan kasus yang terus menurun.

“Kita bersyukur, ini cukup baik. Hanya saja kita harus lebih patuh lagi. Namun langkah awal harus terus dimasifkan pemerintah. Seperti pelacakan (tracing) dan pemeriksaan dini (testing),” kata Prof Ridwan kepada FAJAR, Senin, 6 September.

Jika tracing dan testing dilakukan dengan baik sejak awal, maka treatment (pengobatan) tidak akan terlalu difokuskan.

“Yang kita takutkan jangan sampai kasus Covid-19 gelombang ketiga akan terjadi, jika kita lalai,” tegasnya.

Kapala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammadong menyebut pihaknya terus menggencarkan cakupan vaksinasi di Sulsel.

“Antisipasi tentu akan terus kita lakuka. Kalau targetnya menekan, maka saat ini kita buat dengan cara menghentikan penyebaran virus. Untuk itu, mau zona oranye apalagi merah, harus menerapkan aturan pembatasan warganya. Vaksin terus kita suplai ke daerah-daerah,” jelasnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito juga menyinggung mengenai varian Mu yang mendominasi di Amerika Selatan.

WHO sedang melakukan pemantauan khusus terhadap varian Mu untuk menyelidiki apakah varian ini lebih menular dibanding varian asli Covid-19.

Komentar

VIDEO TERKINI