Resensi Buku ‘Mengembalikan Kejayaan Partai Ka’bah, Rencana dan Aksi’

Kamis, 16 September 2021 13:54

“Bahaya” Pemikiran Politik Amir Uskara

oleh Mulawarman

Judul Buku          : Mengembalikan Kejayaan Partai Ka’bah, Rencana dan Aksi

Penulis                 : Dr. HM. Amir Uskara, M.Kes

Halaman              : x + 332 halaman

Tahun                   : September 2021

Penerbit              : Merdeka Book

Beberapa pekan lalu, Jokowi mengumpulkan para pemimpin partai koalisi di Istana. PPP yang sejak awal tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat turut hadir dalam pertemuan itu.  Moment yang ditengarai sebagai kegiatan reguler antara partai pendukung, justru bagi PPP kesempatan ini menjadi ikhtiar yang penting dalam memperkuat sistem presidensial demi tegaknya demokratisasi di Indonesia.

Hal ini sesuai dengan UUD Pasal 4 ayat 1, di mana  Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD.  Komitmen PPP dalam mengawal sistem presidensial adalah terlibat dalam koalisi pemerintah, mendukung langkah dan kebijakan presiden melalui parlemen, dan melakukan pengawasan/kontrol terhadap pemerintah. Tiga hal ini rupanya menjadi strategi PPP yang tercatat secara lengkap di dalam buku terbaru Amir Uskara berjudul “Mengembalikan Kejayaan Partai Ka’bah, Rencana dan Aksi (hal.184),” 

Efektif mendukung atau mengontrol pemerintah menjadi strategi politik PPP dalam menjaga dukungan elektoral. Pasalnya, publik akan menilai sejauhmana melakukan cheks and balances di parlemen. Inilah diantaranya yang akan berimplikasi positif pada perolehan elektoral di setiap Pemilu.

Amir yang merupakan salah satu pimpinan PPP, mengingatkan khususnya kepada para kader dan simpatisan Partai Ka’bah, bahwa agenda besar mengembalikan dukungan elektoral tidak terbatas pada saat kampanye, yang sifatnya jangka pendek. Namun paling penting adalah kerja politik yang terus menerus dan bersifat jangka panjang. Di buku ini, penulis mendasarkan pada 4 variabel utama sebagai pintu masuk bagi peningkatan elektoral PPP, yaitu melalui penguatan pemilih, pelembagaan partai, pengembangan sistem politik, dan revitalisasi kampanye.

Komentar

VIDEO TERKINI