Ada Sanggahan Proyek di Bone, Ahli Pengadaan Nasional: Sarana untuk Pokja Berhati-Hati Menetapkan Pemenang

Senin, 27 September 2021 10:58

Ahli Pengadaan Barang dan Jasa dari KM & Partners, Khalid Mustafa

FAJAR.CO.ID, BONE–Ada beberapa pekerjaan paket rehabilitasi jalan yang disanggah oleh penyedia. Pokja dianggap keliru dan tidak teliti dalam menetapkan pemenang.

Misalnya saja PT Gunung Raya Bulukumba sudah beberapa proyek yang dikerjakan di Bone seperti pembangunan pasar rakyat muttiara, pembangunan jalan paket 7, paket pekerjaan rehabilitasi.

Penyedia menilai PT Gunung Raya Bulukumba tidak memenuhi SKP (SisaKemampuan Paket), dimana untuk usaha non kecil nilai Kemampuan Paket (KP) ditentukan sebanyak 6 atau 1,2 N.

Jika pokja pemilihan transparan dan terbuka maka akan menemukan KP yang tidak sesuai (melebihi ketentuan sebanyak 6). Olehnya itu, indikasi persekongkolan sangat jelas dalam keputusan Pokja Pemlihan.

PT Gunung Raya Bulukumba tidak memiliki peralatan (milik sendiri) seperti yang disyaratkan dalam Dokumen Pemilihan. Namun, Pokja Pemilihan menutup mata.

Padahal secara keseluruhan PT Gunung Raya Bulukumba telah mengerjakan sembilan proyek. Dan menurut informasi PT Gunung Raya Bulukumba dalam paket tender ini hanya dirental/dipakai/disewa oleh pihak tertentu yang tentunya melanggar etika pengadaan barang/jasa pemerintah.

Ahli Pengadaan Barang dan Jasa dari KM & Partners, Khalid Mustafa mengatakan, yang namanya sanggahan itu bagus, artinya ada proses kroscek dari peserta yang merasa dirugikan. Jadi sanggahan bukan hal yang jelek, makanya di dalam perpres dibuatkan satu tahapan.

Dengan adanya sanggahan sebenarnya Pokja bisa terbantu untuk berhati-hati dan mengecek lagi. “Pokja dapat melakukan review lagi, benar atau tidak. Kalau pun benar sanggahannya dilakukan evaluasi ulang,bukan lantas penyedia yang menyanggah menjadi pemenang. Apabila memang ada kesalahan maka Pokja memiliki alasan melakukan evaluasi ulang, dengan cara mengevaluasi semua yang memasukkan penawaran,” katanya Senin (27/9/2021).

Komentar

VIDEO TERKINI