Dinas Sosial Makassar Janji Bakal Kembalikan Anggaran Bansos yang Batal Disalurkan

Rabu, 6 Oktober 2021 17:49

Ilustrasi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Sosial Kota Makassar bakal mengembalikan anggaran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak PPKM level 4.

Sekretaris Dinas Sosial Muhyiddin menyebut kurang lebih Rp15 miliar anggaran bansos, dimana setiap paketnya bernilai Rp200 ribu untuk 100 ribu orang.

Sementara bansos yang sudah terbagi ditahap pertama itu sudah mencapai 70.488 paket, sehingga sisa anggaran paket sebanyak kurang lebih 29.512 paket bernilai Rp5.843.000.000

“Jadi nilainya itu akan kita kembalikan ke kas daerah, kalau kita mau gunakan atau ada darurat kita bisa bermohon lagi untu pakai sisa anggaran itu,” katanya, Rabu, (6/10/2021).

Muhyiddin menjelaskan bahwa bansos untuk warga terdampak bukanlah sebuah pembatalan namun karena kondisi Kota Makassar yang sudah masuk PPKM level 2 tahap bukan kedaruratan.

Sehingga, jika anggaran tersebut tetap dipakai dimasa pelonggaran yang tidak dalam pembatasan aktivitas warga akan terjadi ketimpangan dari aturan

“Kita kan sudah koordinasi dengan beberapa pihak dan mengacu ke Permendagri bagi wilayah level 2 penyebaran Covid-19 kan terjadi pelonggaran jadi tidak sesuai lagi dengan kondisi kedaruratan atau pembatasan,” ungkapnya

Sementara, Plt Kepala Dinas Sosial Rusmayani Madjid mengatakan saat ini pihaknya masih dalam proses perampungan perhitungan anggaran terpakai dan yang belum.

“Yang pastinya setelah kita selesaikan semuanya kita akan kembalikan ke Kasda, tetapi total keseluruhan belum saya tau,” ucap Maya, sapaannya.

Selain jenis paket Bansos, anggaran BTT tersebut juga digunakan untuk biaya transportasi angkutan, dan biaya biaya lainnya yang masih dalam proses perhitungan

“Jadi bukan cuma anggaran jenis pembelian paket bansos dikembalikan, tetapi semua biaya biaya lain yang tersisa akan kami kembalikan ke kasda,” pungkasnya.

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muh Dakhlan mengatakan dari anggaran bansos yang tersisa akan kembali ke kas dan menjadi silpa

“Jadi mekanismenya itu anggaran bansos yang tidak terpakai akan dikembalikan ke kas daerah jadi silpa,” katanya.

Namun Dakhlan menyebut anggaran tidak terpakai tersebut masih bisa digunakan pihak OPD terkait untuk melaksanakan kegiatan, tinggal memohon kembali.

Sisa anggaran tersebut lanjut Dahklan, masih bertengger di kas Dinsos dan belum dikembalikan ke kas daerah, karena masih proses perhitungan dan pelaporan pertanggungjawabannya

“Kalau dalam aturan permendagri tidak ada batas waktu pengembalian, tetapi kita sudah sampaikan untuk segera dibuatkan catatan dan lengkapi SPJ-nya dan dikembalikan ke kas daerah,” terangnya. (selfi/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI