Tanggap Darurat Bencana Banjir Luwu, WALHI Sulsel: Prioritaskan Kelompok Rentan

Kamis, 7 Oktober 2021 14:32

FAJAR.CO.ID, LUWU–Bencana banjir bandang yang terjadi di Walenrang dan Lamasi, Kabupaten Luwu pada Minggu, 3 Oktober 2021 menambah rentetan bencana ekologis yang terjadi di Sulawesi Selatan. Curah hujan tinggi dan menurunnya daya dukung serta daya tampung lingkungan menyebabkan sungai Makawa dan Sungai Lamasi meluap.

Selain itu, longsor juga terjadi di Desa Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat. Banjir bandang yang menimpa masyarakat di Kabupaten Luwu melanda 4 Kecamatan yakni Kecamatan Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, dan Lamasi Timur.

Menanggapi persoalan banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Luwu ini, Wahana Lingkungan HIdup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan turut berkomentar. Hal ini disampaikan langsung oleh Mira Janna, selaku staf Departemen Advokasi dan Kajian WALHI Sulawesi Selatan.

Dalam tanggapannya, Mira Janna mengungkapkan bahwa WALHI SulSel turut berduka atas bencana yang dialami oleh masyarakat di Kabupaten Luwu. Tidak hanya itu, Staf advokasi dan kajian WALHI SulSel ini juga meminta agar kelompok rentan mesti menjadi prioritas dalam masa penanganan dan tanggap darurat bencana.

“Kelompok rentan seperti ibu hamil atau menyusui, balita, lansia dan disabilitas perlu mendapat perhatian serius sebab kebutuhan mereka melebihi dari kebutuhan korban pada umumnya”, ungkapnya.

Selain itu, Mira Janna juga kembali berkomentar agar serius memperhatikan sanitasi, kebersihan, dan kesehatan di lokasi pengungsian. Sebab, meskipun dalam masa tanggap darurat sistem sanitasi, kebersihan, dan kesehatan tetap harus menjadi perhatian.

“Sanitasi yang baik seperti penyediaan air bersih dan jamban yang sehat harus diadakan. Misalnya dengan menyediakan sanitasi yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Juga, soal kesehatan dan kebersihan lingkungan yang mana harus dibantu oleh petugas dan pemantau kebersihan untuk memfasilitasi tempat pembuangan sampah agar tidak menyebar di beberapa titik, terkhusus di sekitar lokasi penyediaan pangan atau dapur pengungsian,” Jelas lulusan Kesehatan Masyarakat Unhas ini.

Komentar

VIDEO TERKINI