Masyarakat Diminta Dukung Percepatan Vaksinasi Lansia

Jumat, 8 Oktober 2021 17:53

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pemerintah terus menggencarkan pemerataan vaksinasi bagi kelompok lanjut usia (lansia). Selain memastikan ketersediaan vaksin dan distribusi cepat ke berbagai lokasi, pemerintah mengimbau masyarakat turut mendukung program ini guna mengoptimalkan perlindungan kesehatan lansia dari COVID-19.

Masyarakat dapat membantu lansia mengakses lokasi vaksinasi, mengawal kesehatan mereka, serta menghindarkan para lansia dari paparan informasi yang tidak benar terkaitvaksinasi.

Data 7 September 2021, dari 21.553.118 orang target vaksinasi lansia, tercatat 31,71% telah mendapatkan suntikan dosis pertama dan 20,97% telah divaksin lengkap.

Dalam Dialog Produktif Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Kamis (7/10/2021), Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa vaksinasi lansia telah dilaksanakan sejak pertengahan Maret, setelah vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan petugas publik. Ia menegaskan bahwa saat ini kelompok lansia tetap menjadi prioritas vaksinasi COVID-19.

“Untuk mendorong percepatan vaksinasi lansia, salah satu strategi pemerintah untuk ituadalahmengaitkan capaian lansia dengan status PPKM suatu daerah,” ujar Nadia.

Tantangan vaksinasi lansia di antaranya adalah mobilitas, yakni keterbatasan fisik dan biaya transportasi. Untuk itu, kata Nadia, harus diupayakan adanya kemudahan akses layanan vaksinasi bagi mereka. Kendala lainnya adalah mengenai informasi yang keliru tentang vaksinasi. Dalam hal ini, diharapkan peran serta berbagai pihak termasuk para tokoh agama dan masyarakat dalam membantu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para lansia.

Kesempatan yang sama. Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menggarisbawahi perlunya kemudahan akses layanan vaksinasi bagi lansia tersebut. Pihaknya juga berupaya memberikan vaksinasi secara door to door (pintu ke pintu), bekerja sama dengan berbagai pihak hingga zonasi terkecil seperti RT dan RW.

Komentar

VIDEO TERKINI