Bawakan Orasi Ilmiah di STIK Tamalatea, IDP Ungkap Inovasi Atasi Stunting di Luwu Utara

Sabtu, 9 Oktober 2021 10:10

FAJAR.CO.ID, LUWU UTARA — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar mengundang Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, untuk membawakan Orasi Ilmiah pada acara Wisuda Sarjana XXVI dan Pascasarjana XI Program Studi Kesehatan Masyarakat, Kamis (7/10/2021) di Hotel Dalton, Makassar.

Di hadapan para Pimpinan, Senat, Dosen, dan Wisudawan STIK Tamalatea, Bupati Indah Putri Indriani menyampaikan Orasi Ilmiah tentang Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Kabupaten Luwu Utara. Indah mengaatakan, aksi konvergensi stunting menjadi bagian dari 17 SDGs atau tujuan pembangunan milenium berkelanjutan, sekaligus menjadi salah satu fokus pembangunan nasional termasuk di daerah.

“Kesuksesan negara di masa mendatang sangat ditentukan oleh keadaan kesehatan generasi masa kini. Namun, fakta menyatakan bahwa 4 dari 10 anak balita di Indonesia mengalami stunting dibanding usianya,” kata Indah.

Fakta itu, kata dia, menjadi tantangan bersama karena dampak stunting ini tidak disadari masyarakat. “Padahal stunting berdampak pada seluruh siklus kehidupan, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang,” papar Indah.

Dijelaskannya bahwa upaya percepatan pencegahan stunting akan lebih efektif apabila intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif dilakukan secara konvergen di tingkat kabupaten sampai desa.

Lebih ia katakan, intervensi gizi spesifik umumnya dilaksanakan oleh sektor kesehatan, sedangkan intervensi gizi sensitif menyasar penyebab tidak langsung stunting yang mencakup peningkatan penyediaan air bersih dan sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran komitmen dan praktik pengasuhan dan gizi ibu dan anak, serta peningkatan akses pangan bergizi.

Pada kesemoatan itu, orang nomor satu di Luwu Utara ini mengungkapkan bahwa berdasarkan data e-PPGBM, stunting di Luwu Utara pada 2018 adalah 31,10% turun menjadi 19,65% pada 2020.

Komentar

VIDEO TERKINI