Lewat PTDM BRIN 2021, UMI Dampingi Petani di Bulukumba Terapkan Teknologi Aeroponik, Akuaponik dan Sistem Minapadi

Sabtu, 9 Oktober 2021 11:18

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA– Perkembangan sistem pertanian di Indonesia saat ini sudah sangat pesat, namun implementasi penerapan teknologi budidaya di setiap daerah belum sepenuhnya merata, hal ini lah yang membuat para petani di sebagian daerah masih menerapkan sistem budidaya konvensional yang menjadi kebiasaan turun temurun tanpa adanya perubahan signifikan yang dapat memaksimalkan hasil yang didapatkan.

Melalui kegiatan Produk Teknologi yang di Diseminasikan ke Masyarakat (PTDM) tahun 2021, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat bekerjasama dengan Tim dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) membuat kegiatan Diseminasi Inovasi Teknologi Budidaya Aeroponik, Akuaponik, serta Penerapan Sistem Minapadi di Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Minapadi merupakan teknologi tepat guna dalam rangka optimasilasi produktifitas lahan sawah melalui integrasi budidaya ikan dengan padi. Aeroponik merupakan sistem bercocok tanam diudara tanpa menggunakan tanah. Sementara akuaponik merupakan sistem pertanian yang mengombinasikan akuakultur atau pemeliharaan ikan dengan hidroponik. Jadi ada 3 jenis kegiatan yang lakukan dalam 1 program.

Tim ini terdiri dari Jabal Rahmat Ashar SP., M.Si  (Dosen UMI) sebagai ketua, Dr. Arsad Bahri S.Pd., M.Pd (Dosen UNM) sebagai anggota dan Dr. Suherah SP., M.Si (Dosen UMI) sebagai anggota.

Jabal Rahmat Ashar selaku ketua tim mengatakan, bahwa ada beberapa tahapan kegiatan yang di lakukan selama program ini dilaksanakan, mulai dari survey lapang dan sosialisasi hingga monitoring dan evaluasi sebagai tindak lanjut kegiatan ini.

“Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke rumah mitra terkait kegiatan yang akan dilaksanakan. Sosialisasi ini sangat penting dilakukan untuk menyamakan persepsi dan tujuan kegiatan PTDM ini. Selanjutnya yaitu survey lapang, dimana survey ini bertujuan untuk meninjau lokasi kegiatan yang akan digunakan nantinya dan ini sangat penting untuk kegiatan penerapan sistem minapadi,” kata Jabal Rahmat

Sementara untuk kegiatan penerapan sistem budidaya aeroponik dan akuaponik, kami membuat terlebih dahulu pilot project yang akan nantinya di jadikan sebagai contoh oleh para petani pada saat praktek pembuatan di bagian pelatihan.

“Kegiatan selanjutnya yaitu pemberian materi dan pembuatan sistem teknologi budidaya yang akan di terapkan. Ini merupakan inti dari kegiatan yang dilakukan pada program ini. Harapannya adalah selain memahami teori, para petani pun dapat memahami bagaimana cara pembuatan dan pengaplikasian teknologi yang kami berikan,” jelasnya.

“Setelah itu, kami pun melakukan monitoring ke mitra dan petani untuk mengetahui perkembangan setelah pelatihan di berikan, dan tentunya di bagian monitoring inipun kami memberikan penjelasan bagaimana proses pemeliharaan agar pertumbuhan tanaman dan ikan yang dibudidayakan dapat sesuai dengan yang diharapkan, dan yang terakhir merupakan penyerahan alat ke mitra agar dapat mandiri untuk mengembangkan sistem budidaya ini kedepannya”, jelas jabal rahmat ashar di sela-sela kegiatannya, Jumat (8/10/2021).

Setelah kegiatan ini terlaksana, harapannya semoga mitra dan para petani dapat memanfaatkan teknologi ini agar dapat memaksimalkan lahan pertanaman untuk meningkatkan penghasilan di setiap musim panen yang dilakukan dan semoga ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain yang belum tersentuh dengan teknologi yang di sosialisasikan.(rls)

Komentar

VIDEO TERKINI