Rencana Pemindahan Bola Soba, Perhatikan Empat Kajian Ini, Termasuk Opini Publik

Minggu, 10 Oktober 2021 11:26

FAJAR.CO.ID, BONE — Pasca terbakarnya Bola Soba atau rumah persahabatan pada 20 Maret lalu. Pemerintah saat ini akan melakukan pembangunan kembali.

Namun, bukan lagi di Jl Latenritatta, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang. Melainkan ada rencana pemindahan di Palakka. Bahkan desain site plannya sudah akan disayembarakan.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Andi Muhammad Ahmar menerangkan, Pemda diminta melakukan pendaftaran ulang cagar budaya. Dengan berpatokan pada Perda. Di dalam perda itu ada namanya Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) diambil dari ilmuan, arkeolog, ahli pernaskahan, unsur masyarakat, minimal lima orang.

Inilah lima yang bertugas melakukan identifikasi. Nanti setelah didaftar baru bisa diklasifikasi ini cagar budaya masuk kabupaten, ada wilayah provinsi, dan ada nasional. “Setau saya untuk cagar budaya nasional di Sulsel baru Benteng Rotterdam,” sebutnya.

Kata dia, Bola Soba sudah terbakar. Saat ini sisa puing saja. Apakah Bola Soba penting? Jelas. Karena dari sudut pandang sejarah kebudayaan, dia adalah saksi atau situs. Saksi keberadaan Bone di masa lalu. Ini rumah Raja Bone dulu.

“Jadi kalau dia menjadi saksi sejarah itu menjadi penting, karena ada dua hal yang bisa didapat yakni, identitas diri, identitas suku bangsa di masa lalu, dan informasi sejarah. Itu yang penting untuk mendorong bagi generasi sekarang,” katanya Minggu (10/10/2021).

Selain itu, rumah adat juga untuk mendorong aktifitas kebudayaan itu sendiri dan kepariwisataan. Orang bisa menjadikan pusat pengembangan kebudayaan, bisa berkreasi, bisa adat istiadat, dan diskusi, serta pameran kebudayaan. Dari segi kepawirisataan, orang akan ramai berkunjung.

Saat ini ungkap Ahmar, kalau rencana pemindahan Bola Soba harus ditau alasannya, lalu dipindahkan ke mana. Harus berdasar pada naskah kajian, tidak boleh serta merta dipindahkan begitu saja.

Komentar

VIDEO TERKINI