Vaksinasi Covid-19 Sasar Sembilan Titik Pasar Makassar

Senin, 11 Oktober 2021 22:28

Vaksinasi kepada pedagang dan pengunjung di Kota Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sejumlah pasar di Makassar menjadi titik lokasi penyuntikan vaksin Covid-19. Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Basdir mengaku, kegiatan ini mengandeng Polrestabes Makassar dan sudah berlangsung sejak Sabtu, 9 Oktober.

“Kita lanjut mulai lagi Senin ini. Jadi layanan vaksin untuk dosis satu dan dua,” ujar Basir, Minggu, 10 Oktober.

Ia menyebut vaksinasi dilakukan secara bertahap. Ada sembilan titik pasar yang menjadi lokasi vaksinasi. Sebut saja; Pasar Panakkukang, Pasar Terong, Pasar Pa’baeng-baeng, Pasar Niaga Daya, Pasar Parangtambung, Pasar Cenderawasih (Pamos), Pasar Sambung Jawa (Senggol), Pasar Mandai, dan Pasar Kerung-kerung.

Vaksinasi di lingkungan pasar, kata Basir, sudah lebih dahulu dilakukan di Pasar Butung dan Pasar Pannampu. Saat ini akan dilakukan secara berturut-turut di beberapa pasar lain.

“Ini sudah kita sampaikan kepada kepala pasar. Kami serahkan sepenuhnya kepada para kanit dan kaur untuk sosialisasikan ke pedagang dan pengunjung,” jelasnya.

Ia berharap, upaya ini sebagai target untuk mencapai herd immunity sekaligus menjadi percontohan.

Ahli Epidemiologi UMI, Prof Masriadi menilai pelaksanaan vaksinasi tidak hanya menjadi hal utama dalam mengendalikan pandemi. Pemantauan prokes juga harus menjadi prioritas dalam menekan laju penularan.

Menurutnya, vaksinasi dilakukan sebagai antisipasi di tempat-tempat yang memiliki potensi kuat penularan, seperti pasar.

“Pasar menjadi aktivitas krusial yang mesti diwaspadai. Apalagi titik ini punya potensi kuat dalam penularan ke banyak orang,” ucap dia.

Momen pemberian vaksinasi nantinya, harus kembali diingatkan kepada pedagang agar mematuhi prokes pelindung diri. Sebab, interaksi yang mereka lakukan bukan hanya satu dua orang, melainkan banyak individu.

“Walaupun vaksinasi jadi patron, namun tidak ada jaminan 100 persen lolos dari Covid-19. Ini semua harus dibarengi dengan protokol kesehatan agar lebih memberikan rasa aman lagi,” tukas Guru Besar FKM UMI ini. (asri)

Komentar

VIDEO TERKINI