Dukung Potensi Ekspor, Karantina Makassar Lakukan Sosialisasi di Bulukumba

Rabu, 13 Oktober 2021 13:27

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Tidak hanya terkenal akan sentra pengrajin perahu pinisi, Bulukumba juga mempunyai potensi komoditas pertanian yang jarang terdengar publik. Adalah buah manggis, merupakan komoditas dari Bulukumba yang juga telah merambah pasar ekpor.

Hal tersebut dibuktikan dengan status kota Bulukumba sebagai daerah penghasil komoditas buah manggis yang banyak tumnbuh dan dibudidayakan. Menurut data yang dihimpun dari Pemerintah Bulukumba, potensi ekspor manggis mencapai 430 ton, namun saat ini yang dapat diekspor hanya 8 ton.

Sebagai wujud peran Karantina Pertanian Makassar dalam Program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) Kementrian Pertanian, maka dilaksanakan Sosialisasi Peraturan Karantina dan Persyaratan Ekspor Buah Manggis, bertempat di ruang pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (13/10).

Sosialisasi ini sendiri di buka langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba Andy Edy Manaf dengan dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, para pejabat lingkup pemerintah kabupaten Bulukumba, para petani manggis, penyuluh pertanian dan pengguna jasa pelaku eksport.

Dalam sambutannya, Andi Edy Manaf sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang di adakan oleh Karantina Pertanian Makassar, dimana kegiatan ini selaras dengan visi Kabupaten Bulukumba dalam upaya pengembangan pertanian khususnya yang terkait dengan pertumbuhan produksi buah Manggis yang tersebar di tiga Kecamatan di Kabupaten Bulukumba.

“Harapan saya, kegiatan sosialisasi ini memberikan pemahaman bagi masyarakat menganai potensi dan manfaat manggis dalam hal peningkatan ekspor bagi petani”, tambah Andi Edy

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan sosialisasi ini.

Menurut Lutfie, Bulukumba sangat memiliki potensi ekspor manggis yang cukup besar, mengingat lahan manggis yang terdapat di Bulukumba yang luas. Namun diperlukan perbaikan mutu dan peningkatan kualitas, agar potensi ekspor yang kurang tersebut dapat meningkat.

“Karantina pertanian Makassar akan terus melakukan pendampingan, mulai dari budi daya sampai pasca panen, dan memberikan kemudahan pelayanan karantina, dgn metode In Line Inspection, pemeriksaan komoditas di tempat Packing House, Sehingga tdk lagi dilakukan pemeriksaan setiap kali pengiriman ekspor manggis, hal ini dapat meng efisiensi waktu dan menekan biaya eksport. Pendampingan mulai dari budi daya sampai Pasca Panen diharapkan mampu meningkatkan kualitas manggis, utk memenuhi syarat2 yg ditetapkan negara china sebagai negara tujuan eksport, Apalagi permintaan ekspor manggis ke China sangat tinggi,” katanya.

“Kabupaten Bulukumba ini akan kami jadikan Pilot Project untuk ekspor manggis”, ujar Lutfie Natsir.

Komentar

VIDEO TERKINI