Raih IPK 4,00 di Politani Pangkep, Berikut Kisah A. Fajar Kurniawan Amris

Senin, 18 Oktober 2021 10:11

SULSEL.FAJAR.CO.ID, PANGKEP – Politani Pangkep kembali mencetak wisudawan terbaiknya. Kali ini datang dari mahasiswa Program Studi D4 Agribisnis Peternakan A. Fajar Kurniawan Amris. Fajar adalah wisudawan terbaik program Diploma IV Tahun Akademik 2020/2021, Sabtu/16 Oktober 2021.

Menjadi wisudawan terbaik sekaligus peraih nilai dan prestasi yang konsisten tidaklah mudah bagi sebagian orang. Salah satunya adalah Fajar yang meraih IPK tertinggi pada Program Studi D4 Agribisnis Peternakan dalam wisuda hybrid dengan IPK 4,00 dan dinobatkan menjadi WisudawanTerbaik Program Diploma IV dengan predikat Cumlaude.

Fajar lulus dalam waktu kurang dari 4 tahun dan memperoleh IPK sempurna. Tak hanya unggul dalam bidang akademik, mahasiswa asal Bulukumba ini juga aktif di beberapa kegiatan kemahasiswaan seperti Polipangkep English Club danmenjadi volunteer dibeberapa kegiatan sosial selama pandemi.

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan rahasia suksesnya menjadi wisudawan terbaikdengan IPK sempurna. Menurutnya sebagai mahasiswa, kegiatan wajibnya adalah tetap belajar dan kuliah harus menjadi prioritas.

Karena itu penting bagi mahasiswa untuk membuat prioritas agar tetap fokus menyelesaikan studinya.“Terlahir dari orang tua yang berprofesi sebagai seorang tenaga pendidik mendorong saya untuk menjadi lebih cerdas dan menggali potensi akademik yang ada dalam diri saya sebaik mungkin selama menjalani dunia pendidikan hinggasekarang”, pungkasnya.

Selain tekad menjadi wisudawan terbaik yang kuat sejak awal, Fajar juga membagikan kiat-kiat belajarnya selama berkuliah, yaitu mendengarkan dan mencatat setiap hal yang sudah dijelaskan dari dosen. Bahkan Fajar juga seringkali merekam penjelasan materi dari dosen dan tidak menumpuk tugas kuliah.

Dalam kesempatan yang sama Fajar kembali berkisah “Berkuliah di Politani merupakan salah satu episode dalam serial hidup saya, yang menarik kuliah di Politani yaitu sistem pendidikan vokasi yang diterapkan karena setiap mahasiswa dibekali dengan praktikum yang porsinya lebih dominan dibanding teori sehingga lebih mengasah kemampuan setiap mahasiswa”.

Komentar

VIDEO TERKINI