Kisah Saleh Mude, Kuliah di Amerika Setelah Bermimpi Selama 28 Tahun

  • Bagikan

Saat itu ia berangkat berdua dengan temannya, Mardin asal Sidrap yang kini bekerja di Perusahaan Freeport, Papua.

Kemudian pada tahun 1995-1996, Saleh mengikuti dua kali testing program khusus Kementerian Agama, Direktorat Pendidikan Islam, pembibitan calon dosen ke McGill Canada dan Chicago University tapi tidak pernah lulus.

“Saya selalu gugur di testing bahasa Arab. Syaratnya agak ketat, peserta harus memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris yang bagus. Saya bukan alumni pesantren,” ujarnya.

Tahun 1996 hingga 1998, Saleh memiliki beberapa kegiatan yang menopang impiannya ke Amerika yakni ia mengajarkan dasar-dasar bahasa Inggris selama tiga tahun di tempat kursusnya, MECCA di Jalan Mamoa, kawasan Alauddin, Makassar, sambil belajar menerjemahkan, menulis, dan listening.

“Saya aktif mendengar berita-berita di Radio Voice of America edisi bahasa Indonesia, dan hampir tiap Jumat pagi, saya mendengar kuliah Dr. Alwi Shihab, ‘Inilah Islam di Amerika’, dan program pelajaran bahasa Inggrisnya,” imbuhnya.

Dia mengungkap, dirinya beberapa kali berhasil meyakinkan dan menolong beberapa turis, misalnya, asal Amerika (Christ David asal Texas) dan dua suster dari Belanda serta beberapa lainnya dari Amerika dan Swiss.

Ia juga menjadi guide mereka, dan lima di antara mereka, Sale salah satunya yang dibawa ke rumah, gratis.

Mereka tidak perlu membayar hotel, makanan, dan dua di antaranya ikut acara prosesi pernikahan, pakaian adat Bugis di Tumpiling, Polman, Sulawesi Barat, 1994.

Saleh juga sempat beberapa kali belajar ke Jim Shewmaker, guru bahasa Inggris di Universitas Hasanuddin, asal California, Amerika. Beberapa hari lalu, Jim mengirimkannya pesan merasa bahagia setelah mengetahui bahwa ia kini berada di negaranya belajar.

  • Bagikan