Kisah Saleh Mude, Kuliah di Amerika Setelah Bermimpi Selama 28 Tahun

  • Bagikan

Berikutnya, tahun 2002, ketika ia kuliah di Universitas Indonesia, Sale merasa beruntung karena dapat bertemu dan berkenalan Alwi Shihab, di acara Peluncuran Tafsir Al-Misbah karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab di hotel Mandarin, Jakarta.

Ketika itu, Saleh meminta tolong ke Prof. K.H. Ali Yafie untuk dikenalkan dan dititip agar bisa disekolahkan oleh Alwi Shihab di Amerika.

Kiyai Ali Yafie pun memanggil dan menitipnya ke Alwi. Alwi pun menjawab titah Kiyai Ali dan menyatakan diri akan menyekolahkannya di Amerika.

“Bahkan jika tidak salah ingat, Pak Alwi bilang, ‘Insyaallah Pak Kiyai, saya akan kirim sekolah Saleh di Universitas Yahudi di Amerika’,” ucap Saleh meniru kata-kata Alwi Shihab.

Setelah peristiwa itu, ia telah menemui beberapa kali Alwi Shihab di kantor Kementerian Luar Negeri Jalan Pejambon, dan di rumah jabatannya, Jalan Widya Chandra, Jakarta.

Tahun 2016, Saleh menemui Alwi dan menyerahkan tujuh buku Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, buku yang telah ia edit, terbitkan, dan luncurkan di Jakarta, sekaligus mengenalkan diri bahwa dia adalah orang yang pernah dijanji untuk disekolahkan di Amerika.

Saat itu ia juga menawarkan Proposal Penulisan 75 tahun Alwi Shihab.

Tiga tahun kemudian, sekitar bulan Juni atau Juli 2019, Pria kelahiran Sidrap ini ditemani oleh Dr. dr. Ahmad Nizar Shihab menemui kembali Alwi di kantornya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Saleh ditanya tentang keseriusannya ingin sekolah di Amerika. Ia jawab, sudah lama menyiapkan diri dan ingin mengubah nasibnya.

“Pak Alwi jawab, ‘oke, bikin surat ke saya via email, walaupun itu dalam bahasa Indonesia, pakai Komputer staf saya di luar’,” tutur Saleh.

  • Bagikan