Kisah Saleh Mude, Kuliah di Amerika Setelah Bermimpi Selama 28 Tahun

  • Bagikan

Dari September 2020 hingga Mei 2021, Sale sudah mengambil 6 kelas, masing-masing tiga kredit di tiga musim: Fall, Spring, dan Summer.

Pada awal Juli 2021, ia bersama istri mengurus Visa Studi di Kedutaan Amerika Jakarta.

Tiga hari mengisi aplikasi formulir dibantu oleh temannya, Muhammad Afdillah, calon doktor dari Hartford Seminary, dan pada hari Kamis, 9 Juli 2021, mereka bertiga ke Kedutaan Amerika untuk wawancara dan pada 16 September dinyatakan berhasil mendapatkan Visa Studi ke Amerika selama lima tahun.

Pada Jumat malam, 30 Juli 2021, ia bersama istri dan anak ketiganya berangkat, terbang dari Cengkareng ke Istanbul, Turki Airlines, 11 jam, transit dua jam di bandara Istanbul, dan berlanjut terbang 10 jam ke bandara John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat.

Mereka tiba pukul 11.30 AM (pagi) dan dijemput oleh dua orang Badan Pengurus Luar Negeri (BPLN) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Mustari Siara dan Heriyanto.

“Kami dibawa ke rumah Ketua KKSS New York, Bapak Syaiful Hamid, drop enam koper, dan lanjut makan siang di kantin Awang Kitchen, milik orang Indonesia. Saya makan gado-gado, istri dan putri saya makan bubur ayam. Kami tinggal tujuh hari di New York,” tuturnya.

Lebih jauh, ia bercerita, pada hari Minggu, 7 Agustus 2021, Sale bersama keluarga diantar Syaiful Hamid dan Suwandi ke kota Hartford, Connecticut, 3 jam naik mobil dari New York.

Mereka tinggal di perumahan Hartford Seminary, 98 Girard Ave, Hartford CT, 06105-2229, sebuah rumah yang berukuran 60 meter persegi, dua lantai, plus basemen, dilengkapi perabot furniture dan fasilitas rumah tangga lainnya. Kami harus bayar $ 1300, kisaran 20 jutaan per bulan.

  • Bagikan