Kemendikbudristek dan Kalbe Consumer Health Ajak Siswa SD Lakukan Kampanye 3M ABC

Senin, 8 November 2021 10:53

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI bersama Kalbe Consumer Health, melalui brand Sakatonik ABC meluncurkan Kampanye 3M ABC (Asupan nutrisi, Bergerak aktif dan Ceria) dalam rangka mendukung penerapan protokol kesehatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas tahun ajaran baru 2021/2022.

Kampanye ini bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi sekolah dasar di seluruh Indonesia mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan 3M dan gaya hidup sehat ABC dengan memenuhi asupan nutrisi, salah satunya melalui pemberian multivitamin, bergerak aktif dan ceria untuk lawan COVID-19. Kampanye 3M ABC mencakup program nasional dan program dukungan lainnya.

Pada program nasional, Kemendikbudristek bersama Kalbe Consumer Health didukung oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) membuat materi kampanye berupa video Gerakan Senam 3M ABC yang menyenangkan, mudah dilakukan dan diingat oleh anak-anak, buku manual senam dan e-poster yang akan didistribusikan ke 149.000 SD di seluruh Indonesia, pelatihan kepada tenaga didik di bawah jejaring Kemendikbudristek, dan pemberian dukungan berupa multivitamin Sakatonik ABC kepada 100 sekolah dasar di Indonesia.

Direktur Sekolah Dasar,  Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd mengatakan, “Kemendikbudristek RI juga menganjurkan anak-anak untuk bergerak aktif di sekolah, salah satunya dengan melakukan Gerakan Senam 3M ABC. Gerakan senam ini merupakan sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak dalam memahami pentingnya 3M dan memenuhi asupan nutrisi, bergerak aktif dan ceria untuk lawan Covid-19. Kami merekomendasikan gerakan senam 3M ABC untuk dilaksanakan menyeluruh untuk siswa/i kelas  1- 6 sebelum pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan juga dilaksanakan pada saat pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) secara klasikal.”

Komentar

VIDEO TERKINI