Miris, Jumlah Penduduk Miskin Sidrap Meningkat 6,6 Persen

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SIDRAP—- Pengurangan kemiskinan menjadi pekerjaan besar bagi Pemda Sidrap. Data BPS mencatat, jumlah penduduk miskin pada tahun 2020 meningkat sebesar 6,6 persen.

Berdasarkan rilis data terakhir yang tercatat di BPS Sidrap, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sidrap pada tahun 2020 sebanyak 15.630 jiwa atau 5,05 persen dari jumlah penduduk.

Dibanding tahun 2019, jumlah penduduk miskin tahun 2020 meningkat sebesar 6,6 persen, dimana jumlah penduduk miskin pada tahun 2019 mencapai 14.400 jiwa.

Padahal jika melihat data Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sidrap tahun 2019 sebesar Rp125 miliar meningkat menjadi Rp132 miliar pada tahun 2020. Artinya peningkatan PAD tak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sidrap, Samsumarlin mengungkapkan jika melihat data BPS tahun 2019 dibandingkan dengan 2020, maka pandemi kemungkinan menjadi faktor yang menyebabkan kemiskinan bertambah. Hanya saja, jika dilihat lebih lanjut, bukan hanya pandemi yang membuat kemiskinan naik.

Justru yang turut ikut membuat angka kemiskinan menurun yakni arah kebijakan dari Bupati Sidrap, Dollah Mando yang tidak lagi fokus ke pertanian.

“Pertanian di Sidrap anjlok dua tahun terakhir sebab arah kebijakan tidak mengarah ke pertanian lagi. Malah Pak Bupati mau arahkan ke pariwisata,” bebernya.

Padahal menurutnya jika pertanian diabaikan maka produksi padi menurun, dan berakibat ke perekonomian yang tidak berputar sehingga akhirnya penduduk miskin bertambah.

“Karena pertanian anjlok, maka pendapatan masyarakat juga menurun yang memang 63 persennya memang bekerja sebagai petani,” tegasnya.

Kepala Bappeda Sidrap, Andi Muh. Arsyad menyampaikan tingkat kemiskinan kabupaten Sidrap dalam 5 tahun terakhir cenderung rendah. Namun pada Tahun 2020 mengalami peningkatan 0,26 persen dibandingkan dengan Tahun 2019.

  • Bagikan