Project Budaya Bone Gelar Pelatihan Tari Sere Bissu

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BONE-Project Budaya Bone adalah acara yang digagas oleh Kerukunan Waria Bissu Bone (KWRB) bersama dengan peneliti Bissu di Sulawesi Selatan. Melihat pentingnya pelestarian budaya Bugis yang kaya akan nilai dan pengetahuan terkait toleransi, inklusivitas, dan pluralisme gender, komunitas di Kab. Bone bekerja sama dengan Koalisi Rawat Hak Dasar Kita untuk melaksanakan pelatihan Sere Bissu selama 3 (tiga) hari. Pelaksanaannya, Senin-Rabu, 10-12 Januari 2022 di Ballroom Planet Cinema, Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Macanang, Tanette Riattang Barat, Kab. Bone.

Lewat acara ini, Project Budaya Bone berusaha menghadirkan penguatan komunitas dengan membangun jejaring antar-komunitas dengan pemangku kepentingan agar dapat memperkuat kapasitas komunitas untuk promosi sejarah dan budaya Kab. Bone secara umum, dan tari Sere Bissu secara khusus.

Budaya Bugis adalah budaya yang beragam, toleran, dan inklusif. Keberagaman tersebut dapat diperlihatkan dari adanya keberagaman gender: oroané, makkunrai, calabai, calalai, dan Bissu. Bissu memiliki peranan sangat penting dalam pelestarian seni dan budaya Bugis – khususnya dalam pembersihan benda-benda pusaka kerajaan yang masih tersimpan di Bola Arajang hingga saat ini.

Bissu memegang peranan sangat penting untuk melakukan Sere Bissu – sebagai pelaksana upacara adat dan keagamaan suku Bugis. Bissu di Kabupaten Bone tergabung dalam suatu komunitas disebut Komunitas Kerukunan Waria dan Bissu (KWRB) Kabupaten Bone, komunitas ini dibentuk pada tanggal 1 Oktober 1995 di Watampone.

Kerukunan Waria Bissu Bone (KWRB) bertujuan pada pengembangan, pelestarian, dan pengembangan sumber daya manusia; dalam membantu pemerintah untuk menyediakan wadah penyaluran bakat dan aspirasi di bidang seni dan budaya. Organisasi ini terdaftar secara hukum pada tanggal 9 November 2015.

  • Bagikan