Danny Kantongi Nama Oknum Terkait Sambungan Ilegal Air PDAM, Terancam Dipidanakan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Satu per satu pihak terkait dalam sambungan air ilegal di Perumda Air Minum Kota Makassar mulai terungkap.

Bahkan, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengaku telah mengantongi nama oknum terkait.

Oknum tersebut, kata Danny, diketahui melalui kontrak yang diterima. Pasalnya, pihak perumahan yang diketahui melakukan sambungan ilegal mengaku memilih kontrak secara pribadi.

Hanya saja, Danny belum mau membeberkan namanya.

“Ada di kontrak namanya. Ya nanti dilihat. Kau tahu ji juga namanya siapa. Dua developer (perumahan),” katanya, Kamis (13/1/2022).

Orang nomor satu Makassar ini mengaku geram. Pasalnya, tindakan itu menurut dia masuk kategori korupsi.

Sehingga ia akan membawanya ke ranah hukum. Pasalnya, selama ini akibat kehilangan air, lost pendapatan di PDAM Makassar cukup besar.

“Saya harap itu dilaporkan ke aparat hukum karena itu tidak sampai uangnya masuk ke PDAM. Mengambil air kita itu jelas sekali korupsi,” ujarnya.

Terpisah, Pj Dewan Pengawas PDAM Kota Makassar, Prof Aminuddin Ilmar menyebut lost pendapatan PDAM Makassar sekitar Rp170-180 miliar akibat kehilangan air sekitar 54 persen.

Dia mengatakan, kehilangan air tersebut bukan hanya karena kebocoran pipa di sejumlah titik di Makassar.

“Tapi juga misalnya pencurian, illegal connection, kemudian ada hotel yang kita lihat tingkat okupansi penginapan tinggi, tapi penggunaan air PDAM-nya rendah. Kan itu kehilangan air juga,” katanya.

Pj Direksi PDAM Makassar Benny Iskandar sebelumnya membeberkan dua perumahan yang melakukan sambungan ilegal yakni Royal Spring dan Nusa Tamalanrea Indah.

“Ada dua perumahan yang pipanya nyambung ke Maros yang pipanya itu tidak terdaftar di PDAM yaitu Perumahan Royal Spring. Kemudian Perumahan Nusa Tamalanrea Indah itu kita putus juga,” ujarnya.

  • Bagikan