Bangunan di 15 Kecamatan Rusak Akibat Gempa 6,6 Magnitudo

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BANTEN — Sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,6 magnitudo mengguncang Selat Sunda pada sore hari tadi. Guncangan itu terasa hingga ke Banten dan Jakarta.

Khusus di Provinsi Banten, sejumlah rumah warga dan bangunan lainnya mengalami kerusakan. Semuanya tersebar di 15 Kecamatan berbeda di Kabupaten Pandeglang.

Data yang dihimpun, 15 kecamatan itu yakni Cikeusik, Cibaliung, Panimbang, Carita, Sukaresmi, Pagelaran, Sumur, Cigeulis, Mandalawangi, Patia, Angsana, Munjul, Sindangresmi, Jiput dan Cimanggu.

“Gempa ini memang berpotensi merusak. Utamanya di daerah Panimbang di daerah selatan,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang kepada wartawan dalam rilis virtual, Jumat (14/1/2022).

Menurutnya, gempa ini terbilang kuat sehingga mampu merobohkan sejumlah bangunan. Baik itu rumah warga maupun sekolah dan bangunan lainnya yang memiliki kualitas rendah saat diguncang gempa.

“Berdasarkan peta guncangan sudah menunjukkan atau mengindikasikan terjadi kerusakan dan sudah dapat infomasi bahwa kerusakan terjadi di Kecamatan Munjul dan Kecamatan Cimanggu,” kata Bambang.

“Tentu ini tergantung dari kualitas bangunan itu sendiri dan masyarakat juga harus berhati-hati melihat kondisi bangunan,” sambung dia.

Pihak BPBD setempat dan pihak terkait masih menghitung total jumlah bangunan rusak akibat gempa pada sore tadi. Termasuk mengevakuasi masyarakat yang jadi korban dalam bencana ini.

Sebelumnya diberitakan, Gempa bumi berkekuatan 6,7 Magnitudo (sebelum diperbarui) di sekitar Selat Sunda, sempat mengguncang Provinsi Banten. Bahkan getarannya terasa sampai di Jakarta, pada Jumat (14/1/2022) pukul 16.05 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut, penyebab gempa itu akibat adanya tabrakan lempengan yang berlokasi di bawah Pulau Jawa atau di sekitar Selat Sunda.

  • Bagikan